Ekonomi

Tips Cerdas Ajukan KPR BRI di Tengah Kenaikan BI Rate

Surabaya – Tren kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate pada pertengahan tahun 2026 mendorong nasabah perbankan untuk mengevaluasi kembali skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mereka. Lonjakan beban bunga mengambang (floating rate) membuat banyak pemilik rumah mencari opsi pengalihan kredit atau takeover ke bank yang menawarkan stabilitas cicilan jangka panjang. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu tujuan utama bagi nasabah yang ingin mengamankan arus kas bulanan mereka dari fluktuasi pasar.

Langkah strategis ini diambil oleh sebagian nasabah di wilayah Surabaya Raya untuk menghindari ketidakpastian ekonomi. Salah satu nasabah, Clarisa, mengaku tengah mempertimbangkan untuk memindahkan fasilitas KPR-nya ke BRI. Menurutnya, stabilitas cicilan menjadi prioritas utama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis agar keuangan rumah tangga tetap terjaga. “Saya sedang serius menimbang-nimbang untuk melakukan takeover KPR ke bank yang menawarkan stabilitas dan skema yang lebih bersahabat,” ungkap Clarisa saat ditemui di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya.

Menanggapi fenomena tersebut, BRI Regional Office (RO) Surabaya merespons melalui produk unggulan berupa skema suku bunga tetap (fixed) berjenjang. Program ini dirancang untuk memberikan kepastian bagi debitur hingga tenor 20 tahun. Secure Loan Card Business BRI RO Surabaya, Kartika Evelina, menjelaskan bahwa skema ini memungkinkan nasabah mengunci besaran bunga sejak awal masa kontrak.

“Untuk mengantisipasi fluktuasi suku bunga, kami sangat merekomendasikan skema fix berjenjang. Melalui skema ini, nasabah mendapatkan kepastian suku bunga sejak awal masa kontrak hingga akhir jangka waktu kredit, bahkan bisa sampai 15 hingga 20 tahun ke depan,” papar Kartika. Dalam skema ini, besaran bunga dibagi dalam beberapa tahap, yakni tahun ke-1 hingga ke-3, tahun ke-4 hingga ke-6, dan periode selanjutnya hingga cicilan lunas.

Di sisi lain, efisiensi operasional perbankan juga dirasakan oleh nasabah eksisting seperti Agung (43), warga Sidoarjo. Ia telah menikmati fasilitas KPR BRI selama empat tahun terakhir berkat integrasi sistem autodebet dari rekening payroll. Menurutnya, kemudahan akses pembayaran dan suku bunga yang kompetitif memberikan rasa aman dalam memenuhi kewajiban bulanan tanpa khawatir akan keterlambatan pembayaran.

Bank Indonesia Perkuat Rupiah dan Likuiditas Hadapi Gejolak Geopolitik

Selain menawarkan stabilitas melalui bunga berjenjang, BRI juga memberikan insentif berupa diskon biaya provisi dan administrasi hingga nol persen bagi nasabah yang melakukan takeover. Kartika menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan potongan premi asuransi jiwa guna meringankan beban biaya awal bagi nasabah. Untuk mempermudah akses informasi, nasabah dapat menggunakan fitur kalkulator simulasi pada aplikasi BRImo atau melakukan konsultasi langsung dengan Relationship Manager (RM) di kantor cabang terdekat. Penyesuaian program pembiayaan ini dilakukan secara berkala setiap tiga bulan agar tetap relevan dengan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.

Komentar