IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Internasional Ekonomi

Harga Minyak Naik Tipis Merespons Eskalasi Ketegangan AS dan Iran

Singapura – Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan tipis di pasar global menyusul memanasnya kembali eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Patokan harga minyak Brent terpantau menguat 0,5 persen ke level US$ 72,34 per barel pada perdagangan Senin pukul 09.00 waktu Singapura.

Pada saat yang sama, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan sebesar 0,8 persen menjadi US$ 69,75 per barel.

Lonjakan harga ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap terhambatnya jalur distribusi migas di Selat Hormuz akibat konflik militer yang kembali memanas.

Para pemilik kapal tanker kini memilih untuk bersikap ekstra hati-hati saat melintasi jalur sempit tersebut demi menghindari risiko serangan.

Menilik Kesenjangan Literasi di Balik Fenomena Buku Karya Pejabat

Laporan terbaru menyebutkan bahwa ratusan kapal pengangkut energi masih tertahan di kawasan perairan Teluk Persia.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa kedua belah pihak kemungkinan akan melakukan jeda aksi militer sementara waktu.

Langkah ini diambil agar jalur pelayaran dapat kembali terbuka sebelum proses perundingan damai dilanjutkan pada pekan ini.

Kondisi pasokan energi global sangat bergantung pada jalur ini, mengingat seperlima dari pasokan minyak dan gas dunia dialirkan melalui Selat Hormuz.

Haris Khurshid, Chief Investment Officer Karobaar Capital LP yang berbasis di Chicago, mengungkapkan pandangannya terkait volatilitas harga saat ini.

Transaksi Qlola by BRI Tumbuh 51 Persen di Semester I 2026

“Selama tidak ada perubahan fundamental, para pelaku pasar cenderung memanfaatkan baik reli maupun penurunan harga untuk mengambil keuntungan,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Senin (29/6).

Ketegangan di kawasan tersebut semakin diperburuk oleh aksi penargetan kapal tanker Kiku oleh pihak Iran pada akhir pekan lalu.

Kapal tanker berukuran sangat besar tersebut diketahui baru saja memuat dua juta barel minyak dari Qatar.

Posisi terakhir kapal tersebut terdeteksi di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab, yang terletak di kawasan Teluk Oman.

Selain ancaman militer, gangguan operasional energi juga terjadi di Arab Saudi.

Harga Minyak Dunia Naik Usai Trump Ancam Sanksi Mitra Dagang Iran

Sebuah helikopter milik Saudi Aramco dilaporkan jatuh di wilayah Ras Tanura, dekat pesisir Teluk Persia pada Minggu waktu setempat.

Pihak berwenang Arab Saudi hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

Belum dapat dipastikan apakah insiden helikopter ini berdampak langsung terhadap fasilitas energi vital di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Rusia menghadapi tantangan domestik terkait distribusi bahan bakar yang mulai mengalami kelangkaan.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa negaranya kini tengah berjuang mengatasi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pemerintah Rusia kini mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan larangan ekspor solar secara penuh guna menstabilkan pasokan dalam negeri.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru