Agam – Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, menjadi pusat pengembangan ekonomi digital berbasis nagari melalui program Nagari Creative Hub (NCH) Tahun Anggaran 2026. Untuk mendukung langkah itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengalirkan jaringan internet berkecepatan 300 Mbps ke lokasi tersebut.
Sosialisasi program itu digelar di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6), sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi untuk masyarakat nagari. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, mengatakan fasilitas ini disiapkan agar warga bisa memanfaatkannya untuk belajar, berkreasi, hingga menjual produk lokal.
Di level daerah, program ini juga disambungkan dengan gerakan “Bangkik dari Surau” yang telah berjalan di Agam. Bupati Agam Benni Warlis menyebut integrasi itu melahirkan konsep Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM).
“Masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang berkumpul, belajar, dan mengembangkan potensi anak muda,” ujar Benni.
Ia menilai keberhasilan program tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Menurut dia, kolaborasi dengan masyarakat menjadi faktor penentu, terutama dalam memperkuat pemasaran daring untuk menjawab tantangan promosi di era digital.
“Saat generasi muda berkumpul, kreativitas akan tumbuh dan ekonomi nagari dapat bergerak,” tegasnya.
Sosialisasi tersebut juga menghadirkan Hendrick Kasmadiharja dari Bappeda Sumatera Barat serta konten kreator sekaligus dosen ISI Padang Panjang, Ajo Wayoik. Keduanya mendorong generasi muda agar lebih percaya diri dengan identitas daerah, seni, budaya, dan produk lokal Kabupaten Agam.
Sejumlah pejabat Pemkab Agam turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Asisten I Setda Agam Yunilson, Asisten III Setda Agam Syatria, beberapa kepala OPD, Camat Tilatang Kamang, dan Wali Nagari Koto Tangah.

