Jakarta – Lonjakan arus balik usai libur panjang membuat kereta cepat Whoosh rute Bandung-Jakarta dipadati penumpang pada Senin (1/6). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pun menambah sejumlah perjalanan dari wilayah Bandung untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan menuju Jakarta, terutama ke Stasiun Halim.
KCIC mencatat, hingga pukul 10.00 WIB, tiket yang sudah terjual menembus lebih dari 12 ribu kursi. Angka itu diperkirakan masih terus bertambah karena perjalanan siang hingga malam belum seluruhnya selesai beroperasi.
Mayoritas penumpang dalam arus balik ini merupakan masyarakat yang kembali ke Jakarta setelah berlibur atau mengunjungi keluarga di Bandung dan daerah sekitarnya. Tingginya minat perjalanan terlihat jelas pada jadwal-jadwal menuju Halim.
Untuk merespons kondisi tersebut, KCIC menambah enam perjalanan Whoosh. Dengan penyesuaian ini, total layanan harian naik dari 62 menjadi 68 perjalanan.
Tambahan jadwal itu sekaligus memperluas kapasitas angkut sekitar 3.600 kursi per hari. Secara total, layanan Whoosh kini mampu menyediakan sekitar 40 ribu tempat duduk setiap harinya.
Perjalanan ekstra disiapkan dari Stasiun Tegalluar Summarecon dan Stasiun Padalarang dengan tujuan Stasiun Halim. Dari Tegalluar, kereta tambahan berangkat pada pukul 15.20 WIB, 18.25 WIB, dan 21.20 WIB.
Adapun dari Padalarang, keberangkatan tambahan dijadwalkan pada pukul 15.38 WIB, 18.43 WIB, dan 21.38 WIB.
Tak hanya pada kereta cepat, KCIC juga menyesuaikan layanan feeder dari Bandung ke Padalarang agar konektivitas penumpang tetap terjaga. Jadwal tambahan feeder tersedia pada pukul 15.02 WIB, 18.09 WIB, dan 21.00 WIB.
Dengan hadirnya opsi perjalanan hingga malam, penumpang memiliki ruang lebih luas untuk memilih waktu keberangkatan. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurai kepadatan pada jam-jam favorit yang kerap menjadi incaran saat arus balik.
Langkah penambahan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya KCIC menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali ke Jakarta selepas libur panjang, sekaligus memastikan kebutuhan transportasi antarkota tetap terpenuhi di tengah tingginya permintaan.

