ROMA, Gonesia.com – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini menghadapi krisis manajerial serius setelah Paolo Maldini dan Leonardo secara resmi mengundurkan diri dari jabatan direktur teknis dan penasihat federasi pada Selasa (28/7).
Keputusan drastis tersebut diambil oleh kedua legenda sepak bola Italia itu sebagai bentuk protes atas kegagalan penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala Timnas Italia.
Keduanya memilih untuk melepaskan tanggung jawab mereka hanya dalam kurun waktu 10 hari setelah bergabung dengan federasi untuk membenahi performa Gli Azzurri.
Ketegangan memuncak saat Presiden FIGC, Giovanni Malago, secara tegas menolak pencalonan Pirlo untuk mengisi kursi kepelatihan tim nasional.
Laporan dari jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano, menyebutkan bahwa konflik internal ini berakar pada keterikatan komersial Pirlo dengan perusahaan asal Rusia.
Penolakan tersebut secara spesifik dipicu oleh kontrak kerja sama Pirlo dengan perusahaan taruhan Fonbet yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan FIGC.
Maldini dan Leonardo dilaporkan sempat menaruh harapan besar dan hanya menginginkan Pirlo sebagai sosok yang mampu membangkitkan kembali prestasi Italia.
Ketika usulan strategis mereka diabaikan oleh petinggi federasi, keduanya memutuskan untuk langsung meninggalkan proyek tersebut tanpa negosiasi lebih lanjut.
Sebelumnya, nama Pirlo sempat muncul sebagai kandidat utama pengganti Gennaro Gattuso setelah Pep Guardiola menolak tawaran melatih juara Piala Eropa 2020 tersebut.
Namun, peluang mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu perlahan tertutup akibat kontroversi statusnya sebagai duta global Fonbet.
Keterlibatan komersial ini memicu gelombang kritik tajam dari sejumlah pejabat FIGC hingga anggota parlemen Italia yang menyoroti etika kerja sama tersebut.
Pirlo sendiri akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui unggahan di media sosial Instagram pada Senin (27/7) terkait situasi pelik ini.
“Dirinya telah diberi tahu bahwa tidak lagi menjadi kandidat pelatih Timnas Italia,” tulis keterangan tersebut.
Ia pun berupaya melakukan pembelaan diri di tengah tekanan publik yang semakin membesar.
Dia menegaskan seluruh aktivitas profesionalnya dilakukan sesuai hukum dan kontrak yang berlaku serta membantah adanya muatan politik dalam kerja samanya dengan perusahaan tersebut.
Situasi menjadi semakin rumit ketika Pirlo tertangkap kamera menghadiri acara Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, bersama mantan rekan setimnya, Marco Materazzi.
Kehadiran tersebut seolah mempertegas keterikatan sang legenda dengan pihak pemberi sponsor yang kini menjadi polemik di mata federasi.
Bahkan, kasus ini sempat menarik perhatian Duta Besar Rusia untuk Italia, Alexey Paramonov, yang secara terbuka memberikan dukungan kepada Pirlo.
Kepergian mendadak Maldini dan Leonardo menjadi pukulan telak bagi FIGC yang sedang berupaya melakukan restrukturisasi besar-besaran.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari FIGC mengenai langkah selanjutnya untuk mencari pengganti pelatih kepala maupun pengisi posisi direktur teknis yang kosong.
Ketidakpastian ini dikhawatirkan akan mempengaruhi persiapan jangka panjang Timnas Italia dalam menghadapi kompetisi internasional mendatang.


