LIVERPOOL, Gonesia.com – Winger Liverpool, Federico Chiesa, menegaskan komitmen penuhnya untuk bertahan di Stadion Anfield demi membuktikan kualitasnya di bawah arahan pelatih baru, Andoni Iraola.
Pemain sayap asal Italia tersebut bertekad mengamankan posisi inti setelah mengalami masa-masa sulit dengan minimnya menit bermain dalam dua musim terakhir.
Keputusan untuk bertahan ini muncul sebagai respons atas pergantian nahkoda di kursi kepelatihan Liverpool yang kini diisi oleh Iraola.
Chiesa, yang didatangkan dari Juventus pada Agustus 2024, tercatat hanya mampu mengamankan dua kesempatan tampil sebagai starter selama era Arne Slot.
Optimisme sang pemain kembali mencuat setelah ia sukses mencetak gol dalam kemenangan pramusim Liverpool dengan skor 4–2 atas Sunderland pada akhir pekan lalu.
Kinerja positif di laga pramusim tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ia siap bertransformasi menjadi pilar penting dalam skema taktik Iraola di musim 2026/2027.
Dalam laporan JawaPos yang dikutip dari pernyataan resminya, ia menekankan dedikasinya untuk beradaptasi dengan gaya permainan baru yang menuntut fisik prima.
“Kami bukan baru saja mulai, kami sudah berlatih selama dua minggu dengan pelatih baru. Kami sudah melihat apa yang diinginkan (pelatih). Ia menginginkan intensitas tinggi dan duel satu lawan satu di seluruh penjuru lapangan, itulah yang ingin kami tunjukkan hari ini,” kata Federico Chiesa.
Ia menyatakan bahwa ikatan emosionalnya dengan klub dan basis penggemar menjadi alasan utama di balik keputusannya untuk tidak mencari pintu keluar dari Anfield.
“Saat ini, saya bahagia bersama Liverpool. Saya mencintai klub ini, saya mencintai para penggemarnya, saya mencintai segalanya. Saya berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan kesempatan (bermain) di sini. Untuk saat ini, satu-satunya hal yang saya pikirkan hanyalah Liverpool,” ungkap dia.
Mengenai peluangnya di musim depan, ia mengakui bahwa dinamika pergantian pelatih membawa tantangan sekaligus harapan baru bagi kariernya.
“Saya tidak tahu, sulit untuk mengatakannya. Awal tahun selalu menjadi awal yang baru. Mungkin sudah terlalu banyak awal yang baru. Tapi saya berusaha memberikan yang terbaik bagi manajer baru ini,” lanjut pesepak bola kelahiran Genova ini.
Ia tidak menampik bahwa musim lalu merupakan periode yang menantang secara mental karena ekspektasinya untuk mendapatkan peran yang lebih signifikan tidak terealisasi.
“Musim lalu di bawah asuhan Arne Slot, saya juga berusaha memberikan yang terbaik. Tahun lalu saya merasa siap untuk peran yang lebih besar, namun keputusan apakah saya akan bermain atau tidak bergantung pada pelatih,” papar Federico Chiesa.
Ia memilih untuk bersikap profesional dan menempatkan keputusan teknis sepenuhnya di tangan sang juru taktik.
“Tentu saja saya ingin bermain lebih sering, tetapi begitulah kenyataannya. Pelatih yang memutuskan hal itu. Dia punya rencana permainan dan mengambil keputusan sendiri. Jadi saya tidak bisa berkomentar banyak soal itu,” imbuh dia.
Fokus utamanya saat ini adalah menyerap instruksi taktis mendalam dari Iraola, terutama terkait skema pressing yang akan diusung Liverpool musim depan.
“Tahun ini, anggap saja sebagai babak baru. Ada manajer baru dan saya harus fokus pada hal itu. Satu-satunya pembicaraan yang saya lakukan (dengan Iraola) adalah seputar pressing dan taktik (di lapangan),” tutur Chiesa.
Pemain berusia 28 tahun ini kini menatap laga-laga pramusim selanjutnya sebagai ajang pembuktian untuk meyakinkan Iraola agar memberikannya menit bermain reguler di kompetisi resmi mendatang.


