JAKARTA, Gonesia.com – Presiden Prabowo Subianto menargetkan integrasi riset perguruan tinggi dengan sektor industri maritim guna menekan ketergantungan impor kapal nasional.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan logistik dan angkutan penumpang dalam negeri dapat dipenuhi sepenuhnya oleh galangan kapal domestik.
Perguruan tinggi kini didorong untuk mengarahkan fokus penelitian mereka agar lebih relevan dengan tantangan praktis yang dihadapi industri.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan arahan tersebut pasca-pertemuan dengan Presiden di Istana Negara, Senin (27/7).
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi strategis dengan PT PAL menjadi pilar utama dalam menghidupkan ekosistem industri perkapalan tanah air.
“Bersama PT PAL nanti riset-riset, kajian-kajian, guru besar-guru besar yang terkait bidang perkapalan bisa menumbuhkan industri kapal kita, sehingga membuka lapangan kerja dan juga kebutuhan kita bisa dipenuhi dalam industri dalam negeri,” ucap Brian kepada JPNN.com.
Keterlibatan akademisi diharapkan mampu memberikan inovasi teknologi yang kompetitif bagi perusahaan pelat merah tersebut.
Brian menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara kepulauan menuntut ketersediaan armada kapal yang masif dan efisien.
“Jadi, kami diminta menyiapkan karena, kan, kebutuhan kapal Indonesia ini sebenarnya besar sekali. Harapannya ke depan industri kapal kita tumbuh,” kata dia.
Potensi pasar domestik yang luas menjadi daya tawar utama untuk menarik investasi dan pengembangan kapasitas galangan kapal nasional.
Pemerintah memandang sektor logistik dan angkutan laut sebagai tulang punggung ekonomi yang harus diperkuat melalui kemandirian teknologi.
“Kita ingin agar penelitian-penelitian itu juga membantu PT PAL supaya industri kita di bidang sektor perkapalan ini bangkit,” jelasnya.
Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyoroti pentingnya standarisasi dalam proses produksi kapal tersebut.
Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas industri galangan kapal harus sejalan dengan norma dan kualitas global agar mampu bersaing.
“Kita ingin coba majukan sehingga penerapan pembuatan kapal-kapal itu bisa dilakukan Indonesia, tetapi juga sesuai dengan standar yang baik, yang standar internasional,” tutur Rosan.
Pemerintah saat ini tengah menyusun peta jalan untuk mempercepat transfer teknologi dari pihak akademisi ke lini produksi industri.
Sinergi lintas kementerian ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi biaya dalam pengadaan kapal di berbagai sektor transportasi laut.
Dukungan riset dari perguruan tinggi akan difokuskan pada pemecahan masalah teknis yang selama ini menghambat pertumbuhan industri galangan kapal lokal.
Penguatan industri perkapalan nasional diyakini akan memberikan dampak ganda bagi perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru bagi tenaga teknis terampil.
Pemerintah menargetkan agar dalam jangka panjang, Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan kapal luar negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Strategi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan maritim Indonesia di kancah internasional.


