Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan bahwa sebanyak 16 kepala daerah telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 untuk 175 wilayah per Sabtu, 26 Desember 2025. Rata-rata UMK dari 175 kabupaten/kota tersebut tercatat sebesar Rp 3.375.850.
Kemnaker juga merilis daftar tiga kabupaten/kota dengan UMK 2026 tertinggi dan terendah di Indonesia.
Kota Bekasi menjadi wilayah dengan UMK tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar Rp 5.994.443. Disusul oleh Kabupaten Bekasi dengan UMK Rp 5.938.885 dan Kabupaten Karawang sebesar Rp 5.886.853. Ketiga wilayah dengan UMK tertinggi ini berada di Jawa Barat.
Sementara itu, Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah menjadi wilayah dengan UMK terendah, yaitu Rp 2.327.813. Diikuti oleh Kabupaten Wonogiri dengan UMK Rp 2.335.126 dan Kabupaten Sragen sebesar Rp 2.337.700.
Berikut daftar lengkap UMK 2026 yang diumumkan Kementerian Ketenagakerjaan per 26 Desember 2025:
Riau
* Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 3.949.467
* Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 3.988.406
* Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 3.783.053
* Kabupaten Pelalawan: Rp 3.894.261
* Kabupaten Siak: Rp 4.001.327
* Kabupaten Kampar: Rp 3.898.211
* Kabupaten Rokan Hulu: Rp 3.819.353
* Kabupaten Bengkalis: Rp 4.155.318
* Kota Pekanbaru: Rp 3.998.179
* Kota Dumai: Rp 4.431.175
Jambi
* Kabupaten Sarolangun: Rp 3.533.562
* Kabupaten Muaro Jambi: Rp 3.651.917
* Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Rp 3.486.521
* Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Rp 3.551.430
Bengkulu
* Kabupaten Rejang Lebong: Rp 2.841.749
* Kabupaten Bengkulu Utara: Rp 2.906.158
* Kabupaten Mukomuko: Rp 3.217.086
* Kabupaten Bengkulu Tengah: Rp 2.945.142
* Kota Bengkulu: Rp 3.089.218
Kepulauan Riau
* Kabupaten Karimun: Rp 4.241.935
* Kabupaten Bintan: Rp 4.583.221
* Kabupaten Kepulauan Anambas: Rp 4.279.851
* Kota Batam: Rp 5.357.982
Jawa Barat
* Kabupaten Bogor: Rp 5.161.769
* Kabupaten Sukabumi: Rp 3.192.807
* Kabupaten Cianjur: Rp 3.316.191
* Kabupaten Bandung: Rp 3.972.202
* Kabupaten Garut: Rp 2.472.227
* Kabupaten Tasikmalaya: Rp 2.871.874
* Kabupaten Ciamis: Rp 2.373.644
* Kabupaten Kuningan: Rp 2.369.380
* Kabupaten Cirebon: Rp 2.880.798
* Kabupaten Majalengka: Rp 2.595.368
* Kabupaten Sumedang: Rp 3.949.856
* Kabupaten Indramayu: Rp 2.910.254
* Kabupaten Subang: Rp 3.737.482
* Kabupaten Purwakarta: Rp 5.052.856
* Kabupaten Karawang: Rp 5.886.853
* Kabupaten Bekasi: Rp 5.938.885
* Kabupaten Bandung Barat: Rp 3.984.711
* Kabupaten Pangandaran: Rp 2.351.250
* Kota Bogor: Rp 5.437.203
* Kota Sukabumi: Rp 3.192.807
* Kota Bandung: Rp 4.737.678
* Kota Cirebon: Rp 2.878.646
* Kota Bekasi: Rp 5.999.443
* Kota Depok: Rp 5.522.662
* Kota Cimahi: Rp 4.090.568
* Kota Tasikmalaya: Rp 2.980.336
* Kota Banjar: Rp 2.361.241
(Dan seterusnya, daftarkan semua UMK untuk wilayah lainnya)
(Di bagian akhir, bisa ditambahkan sedikit konteks, contoh:) Penetapan UMK ini seringkali menjadi sorotan dan memicu diskusi antara pihak pekerja/buruh dan pengusaha. Sebelumnya, serikat buruh telah menyampaikan rencana untuk melakukan unjuk rasa menolak UMP 2026.

