MANGGARAI, Gonesia.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperkuat perlindungan bagi penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dengan mendistribusikan 550 paket perlengkapan tidur yang mencakup selimut serta alas tidur.
Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko kesehatan warga terdampak yang terpaksa bertahan di lokasi pengungsian akibat guncangan gempa yang melanda wilayah tersebut.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menyatakan bahwa bantuan ini menyasar tiga kabupaten utama yang terdampak paling parah.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, serta Kabupaten Manggarai.
“Pendistribusian selimut dan alas tidur ini merupakan langkah responsif Baznas untuk memastikan para pengungsi mendapatkan perlindungan serta kenyamanan yang layak di lokasi pengungsian,” ujar Idy dalam keterangan resmi yang dikutip dari JPNN.com pada Sabtu (12/9).
Distribusi bantuan logistik ini dilakukan secara proporsional sesuai dengan jumlah warga yang berada di titik-titik pengungsian.
Kabupaten Nagekeo menerima alokasi terbesar dengan total 355 paket selimut dan alas tidur.
Selanjutnya, sebanyak 145 paket disalurkan khusus bagi penyintas yang berada di Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende.
Sisanya, yakni 50 paket bantuan, disalurkan kepada warga yang terdampak di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai.
Pihak lembaga zakat ini berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan logistik secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan mendesak para korban gempa.
Upaya mitigasi dampak bencana ini menjadi prioritas utama guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Ia menambahkan, keterlibatan publik sangat diharapkan untuk meringankan beban para penyintas di lokasi bencana.
“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengulurkan tangan membantu serta memanjatkan doa terbaik bagi keselamatan dan ketabahan para korban gempa di Nusa Tenggara Timur,” lanjutnya.
Hingga data terbaru per 7 September 2026, Baznas telah mengoperasikan 14 titik dapur umum dengan total distribusi 79.450 porsi makanan siap saji.
Layanan pendukung lainnya mencakup operasional dapur air di delapan titik strategis bagi pengungsi.
Tim medis Baznas juga telah memberikan pelayanan kesehatan intensif kepada 619 pasien di sembilan lokasi berbeda.
Infrastruktur pendukung lainnya yang telah didirikan meliputi empat masjid darurat, satu sekolah darurat, serta pembangunan lima unit hunian sementara.
Selain itu, bantuan fisik berupa satu jembatan darurat telah diselesaikan untuk aksesibilitas warga terdampak.
Penyaluran logistik lainnya mencakup 1.083 paket kebutuhan keluarga, 553 perangkat kebersihan diri, dan 51 lembar terpal pelindung.
Tim di lapangan juga memberikan dukungan psikososial kepada 135 jiwa untuk memulihkan trauma pascabencana.
Fasilitas modern seperti layanan internet dan stasiun pengisian daya gratis juga disediakan di titik-titik pengungsian untuk mempermudah komunikasi para penyintas.


