IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Strategi Mengelola Portofolio Investasi ala Direktur Mirae Asset Tomi Taufan

Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tomi Taufan saat memberikan pandangan mengenai strategi investasi.
Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, menekankan pentingnya disiplin alokasi aset dalam investasi.

JAKARTA, Gonesia.com — Kedisiplinan dalam mengelola alokasi aset jauh lebih krusial dibandingkan sekadar memilih produk investasi yang sedang populer dalam upaya mencapai target finansial jangka panjang.

Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, menegaskan bahwa strategi portofolio yang efektif harus berpijak pada pemahaman mendalam terhadap profil risiko individu, sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id.

Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang investor tidak ditentukan oleh instrumen investasi semata, melainkan oleh kematangan emosi dalam mengelola modal.

Perjalanan investasi Tomi dimulai pada tahun 2012 dengan fokus awal pada instrumen saham melalui program Sekolah Pasar Modal.

Ia sempat mencicipi keuntungan cepat melalui saham sektor farmasi dan konstruksi pada masa-masa awal keterlibatannya di bursa.

XL Axiata Bangun Kabel Laut 8.000 Km, Hubungkan Indonesia ke Asia

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga setelah ia mengalami kerugian akibat keserakahan yang tidak terkendali.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam dunia saham adalah menguasai psikologi diri sendiri di tengah fluktuasi pasar.

“Saya pikir wah main saham tuh gampang, enak gitu kan. Sekali dapat return, dua kali dapat return, besok-besok penginnya porsinya nambah. Eh akhirnya malah loss, habis lagi,” ujarnya.

Kegagalan tersebut memicu evaluasi diri yang mendalam hingga ia menyadari bahwa pasar saham bergerak mengikuti tren tematik yang terus berotasi.

Ia kemudian beralih menerapkan strategi diversifikasi dan alokasi aset bertahap untuk meminimalisir risiko kerugian besar.

Peran Mantri BRI Perluas Akses Keuangan di Pelosok Sumatera Selatan

Seiring meningkatnya intensitas pekerjaan, ia pun menyadari bahwa saham menuntut pemantauan intensif yang tidak lagi relevan dengan kesibukannya.

Kebutuhan akan instrumen yang lebih stabil mendorongnya untuk merumuskan prinsip utama dalam berinvestasi.

“Makanya yang paling penting adalah harus tahu dulu siapa diri kita,” lanjutnya.

Perubahan strategi secara signifikan terjadi sekitar lima tahun lalu saat ia mulai melirik sektor properti di wilayah Bekasi.

Ia memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 ketika harga aset properti sedang berada pada titik yang cukup terjangkau.

Asing Lepas Saham Rp 2,7 Triliun, Simak Daftar Saham Paling Banyak Dijual

Saat ini, portofolio pribadinya cenderung konservatif dengan dominasi 70% pada sektor properti berupa rumah dan tanah.

Sebanyak 10% dari asetnya dialokasikan pada emas yang dikelola melalui metode dollar-cost averaging secara rutin.

Sisanya ditempatkan pada instrumen reksa dana pendapatan tetap berbasis Surat Berharga Negara serta reksa dana pasar uang sebagai penyeimbang.

Ia berencana kembali mengalokasikan 5% hingga 10% dananya ke instrumen saham di masa depan dengan syarat sudah memiliki cadangan hedging yang cukup.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas pasar saham yang tinggi.

Ia menyimpulkan bahwa tidak ada instrumen yang secara mutlak lebih unggul dibandingkan lainnya dalam dunia investasi.

Kunci keberhasilan terletak pada kesesuaian antara karakter produk investasi dengan profil risiko serta tujuan keuangan masing-masing individu.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

03

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

04

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

05

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

06

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

07

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru