Ekonomi

Kunal Shah Resmi Gantikan Will Cathcart Pimpin WhatsApp

Jakarta – Meta secara resmi melakukan perombakan kepemimpinan pada unit bisnis utamanya, WhatsApp. Will Cathcart memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala WhatsApp setelah memimpin platform perpesanan tersebut selama tujuh tahun. Posisinya kini akan digantikan oleh Kunal Shah, pendiri startup fintech asal India, Cred, yang ditunjuk langsung oleh manajemen Meta untuk menakhodai aplikasi dengan tiga miliar pengguna global tersebut.

Keputusan pergantian ini diumumkan melalui pernyataan resmi pada Senin (22/6). Meski meninggalkan kursi kepemimpinan WhatsApp, Cathcart dipastikan tidak keluar dari ekosistem Meta. Ia akan tetap bernaung di bawah perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut dengan mengemban tanggung jawab baru yang akan diumumkan lebih lanjut.

“WhatsApp saat ini berada di posisi terkuat dalam sejarahnya. Ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk menyerahkan tongkat estafet kepada pemimpin baru,” ujar Cathcart dalam unggahannya.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan keyakinannya atas penunjukan Kunal Shah. Menurut Zuckerberg, rekam jejak Shah dalam membangun Cred sebagai salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di India menjadi nilai tambah yang krusial. Pengalaman Shah dalam mengelola ekosistem digital yang kompleks dinilai selaras dengan ambisi Meta untuk terus mengembangkan WhatsApp.

“Dia membawa mentalitas pembangun dan perspektif global yang akan sangat membantunya dalam menjalankan aplikasi pesan terbesar di dunia,” kata Zuckerberg mengenai sosok pengganti tersebut.

Menteri UMKM Evaluasi Dampak Pemadaman Listrik bagi Pelaku Usaha Kecil

Kunal Shah sendiri bukanlah wajah baru dalam ekosistem startup. Sebelum mendirikan Cred pada tahun 2018, ia dikenal luas sebagai investor strategis dan penasihat bagi berbagai perusahaan rintisan di India serta Asia Tenggara. Shah menegaskan bahwa meski ia kini memegang kendali di WhatsApp, ia akan tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham di Cred.

Penunjukan ini menegaskan semakin eratnya kolaborasi antara Meta dan Cred. Laporan menunjukkan bahwa Meta telah menyuntikkan investasi sebesar US$ 900 juta atau sekitar Rp 16,04 triliun ke dalam startup tersebut, yang memberikan Meta kepemilikan saham sekitar 20 persen. Terkait kekhawatiran mengenai privasi, Shah memastikan bahwa status Meta sebagai investor minoritas tidak memberikan akses kepada perusahaan induk WhatsApp tersebut terhadap data anggota Cred.

Strategi penempatan Shah dipandang sebagai langkah taktis Meta untuk memperkuat cengkeraman WhatsApp di India. Mengingat India merupakan pasar terbesar dengan basis pengguna mencapai 853 juta orang, kepemimpinan sosok yang memahami dinamika lokal dianggap krusial. Meta saat ini tengah berupaya mentransformasi WhatsApp dari sekadar aplikasi pesan menjadi platform multifungsi yang mencakup fitur bisnis, integrasi kecerdasan buatan (AI), serta model monetisasi melalui iklan dan layanan berlangganan.

Di sisi lain, Shah menghadapi beban tugas yang cukup berat. Selain harus menjaga pertumbuhan basis pengguna di tengah persaingan aplikasi pesan instan yang semakin ketat, ia juga harus menavigasi isu privasi pengguna yang kerap menjadi sorotan publik dan regulator global terkait praktik berbagi data antara WhatsApp dan Meta. Keberhasilan transisi ini akan menjadi penentu arah masa depan model bisnis aplikasi tersebut dalam jangka panjang.

Danantara Rombak Total Hotel Sultan, Siapkan Konsep Ikon Baru Jakarta

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

04

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

05

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru