Sport

Alfharezzi Buffon Ungkap Gaya Kepelatihan John Herdman di Timnas Indonesia

Jakarta – Bek muda berbakat Alfharezzi Buffon mengungkapkan intensitas tinggi yang diterapkan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, selama masa pemusatan latihan (TC) proyeksi Piala AFF 2026. Mantan pemain Borneo FC tersebut menyoroti kedisiplinan dan tuntutan kerja keras yang diinstruksikan Herdman kepada seluruh penggawa skuad Garuda.

Menurut Buffon, atmosfer latihan yang dibangun oleh juru taktik asal Inggris tersebut sangat kompetitif. Herdman tidak memberikan ruang bagi para pemain untuk bersantai, melainkan menekankan pentingnya mentalitas pemenang dalam setiap sesi latihan. Ia menyebut bahwa setiap sesi di lapangan diatur sedemikian rupa layaknya sebuah kompetisi resmi agar para pemain terbiasa dengan tekanan tinggi.

“Coach John Herdman memiliki passion yang sangat kuat. Di setiap latihan, dia ingin pemain menunjukkan kemauan keras. Kami tidak bisa hanya bersantai; di setiap sesi, kami selalu dihadapkan pada situasi beradu,” ujar Buffon saat memberikan keterangan kepada awak media.

Lebih lanjut, Buffon menjelaskan bahwa filosofi yang diusung oleh tim pelatih adalah menciptakan mental juara sejak fase persiapan. Herdman menuntut setiap pemain untuk menunjukkan kualitas individual dan daya juang maksimal. Dengan sistem tersebut, setiap sesi latihan berubah menjadi ajang perlombaan di mana pemain harus membuktikan kelayakan mereka untuk berada di skuad utama.

Pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta pada 25-30 Mei 2026 ini menjadi pengalaman perdana bagi Buffon bersama tim senior. Baginya, kesempatan ini merupakan sarana pengembangan diri yang krusial. Selain beradaptasi dengan taktik baru, ia banyak menyerap ilmu dari para pemain senior yang sudah lebih berpengalaman di kancah internasional.

Mengenal Yaya Sithole, Pemain Pertama yang Dikartu Merah di Piala Dunia 2026

Terkait peluangnya menembus skuad final Piala AFF 2026, Buffon memilih untuk bersikap realistis namun tetap optimistis. Ia tidak ingin terbebani oleh ekspektasi berlebih dan lebih memilih fokus pada proses adaptasi serta peningkatan performa di lapangan. Jika nantinya terpilih, ia bersyukur, namun jika belum, ia berkomitmen untuk terus bekerja keras meningkatkan kualitas permainannya.

“Yang terpenting buat saya adalah pembelajaran. Hasil akhir nanti kita lihat saja. Jika saya lolos, alhamdulillah, tetapi jika belum, saya akan bekerja keras lagi,” tambahnya.

Timnas Indonesia saat ini tengah bersiap memasuki tahapan berikutnya. Herdman dijadwalkan akan melanjutkan pemusatan latihan tahap kedua di Bali pada awal Juli 2026. Agenda tersebut menjadi fase krusial bagi tim pelatih untuk melakukan penyortiran akhir terhadap pemain yang akan dibawa ke Piala AFF 2026.

Ajang Piala AFF 2026 sendiri direncanakan bergulir pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama tim-tim kuat kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Timor Leste, Kamboja, dan Singapura. Mengingat persaingan yang ketat, pola latihan intensif yang diterapkan Herdman diharapkan mampu membentuk tim yang solid dan kompetitif guna mencapai target juara.

Fenomena Nama Jamal di Inggris: Mengapa Semakin Populer Saat Ini?

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

04

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

05

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru