Mexico City – Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah kelam pada laga pembuka Grup A yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Jumat (12/6/2026). Pertandingan tersebut diwarnai dengan pemberian kartu merah langsung kepada gelandang bertahan Afrika Selatan, Sphephelo S’Miso Sithole, atau yang akrab disapa Yaya Sithole. Insiden ini menjadikan Sithole sebagai pemain pertama yang diusir dari lapangan dalam perhelatan sepak bola paling bergengsi di dunia edisi kali ini.
Wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah pada menit ke-49. Keputusan tersebut diambil setelah Sithole melakukan pelanggaran fatal terhadap penyerang Meksiko, Brian Gutierrez. Dalam skema serangan balik cepat, Gutierrez berhasil lolos dari jebakan offside dan melaju menuju kotak penalti. Sithole, yang kalah langkah, terpaksa melakukan kontak fisik yang menjatuhkan lawan tepat di depan garis pertahanan.
Tindakan tersebut dikategorikan sebagai Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO) berdasarkan Hukum IFAB 12. Regulasi ini mewajibkan wasit untuk memberikan sanksi pengusiran kepada pemain yang secara sengaja menggagalkan peluang emas lawan untuk mencetak gol melalui pelanggaran ilegal. Pengusiran Sithole menjadi pukulan telak bagi Bafana Bafana, mengingat perannya sebagai jangkar lini tengah sangat krusial dalam menjaga keseimbangan pertahanan tim.
Sebelum insiden tersebut, Yaya Sithole sebenarnya telah mengalami malam yang sulit. Pada menit kesembilan, ia menjadi penyebab gol pembuka Meksiko setelah kehilangan bola di area pertahanan sendiri. Kesalahan tersebut dimanfaatkan oleh Erik Lira yang kemudian memberikan bola kepada Julian Quinones, yang dengan mudah menaklukkan kiper Ronwen Williams. Rentetan kesalahan ini membuat laga debut Afrika Selatan di turnamen ini berakhir dengan catatan disiplin yang buruk.
Terlepas dari performa buruknya di Mexico City, Yaya Sithole memiliki rekam jejak karier yang cukup kompetitif di level internasional. Lahir di Durban pada 3 Maret 1999, pemain berusia 27 tahun ini merupakan jebolan akademi lokal KZN Football Academy. Bakatnya kemudian berkembang pesat saat ia merantau ke Portugal untuk menimba ilmu di tim junior Sporting CP dan Vitoria Setubal. Ia memulai karier profesionalnya bersama klub B-SAD pada tahun 2020.
Saat ini, Sithole tercatat sebagai pemain klub CD Tondela yang sedang menjalani masa pinjaman di Gil Vicente. Reputasi internasionalnya sempat meningkat setelah ia berhasil membawa tim nasional Afrika Selatan meraih peringkat ketiga dalam ajang Piala Afrika 2023. Pengalaman merumput di liga Eropa dan kontribusinya bagi tim nasional sejak 2022 menjadi alasan utama pelatih memasukkannya ke dalam skuad utama Piala Dunia 2026. Namun, catatan historis di Estadio Azteca kini menjadi noda yang sulit dihapuskan dari perjalanan karier sang pemain di panggung dunia.

