IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Prediksi IHSG 22 Juni: Rekomendasi Saham BUVA, EMAS, dan GGRM

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (22/6). Optimisme pasar ini muncul menyusul performa positif pada penutupan sesi terakhir Jumat (18/6), di mana indeks berhasil menguat tipis 0,1 persen ke level 6.177.

Analis dari MNC Sekuritas menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG saat ini tengah berada dalam fase pembentukan wave [iv] dari wave 3 bagian dari wave (C). Berdasarkan perhitungan teknikal tersebut, indeks berpotensi bergerak pada kisaran target penguatan di area 6.328 hingga 6.545. Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta untuk waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek yang mungkin terjadi di rentang 6.127 hingga 6.161.

“Kami mencermati dinamika pasar yang masih fluktuatif. Investor perlu memperhatikan level support krusial di 5.784 dan 5.594, sementara level resistance berada di 6.286 hingga 6.459,” ujar analis MNC Sekuritas.

Menyikapi kondisi pasar tersebut, strategi investasi yang disarankan bagi para pelaku pasar adalah menerapkan pendekatan Sell on Strength, Buy on Weakness, serta Trading Buy. Pendekatan ini dinilai tepat untuk mengoptimalkan keuntungan di tengah tren penguatan yang masih dibayangi potensi koreksi teknikal.

Untuk strategi Buy on Weakness, MNC Sekuritas merekomendasikan tiga emiten, yakni PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Surya Eka Perkasa Tbk (ESSA). Saham BUVA diprediksi akan menguat 2,35 persen ke level 870 dengan dukungan peningkatan volume beli. Investor disarankan masuk di rentang 710-820 dengan target harga di level 1.115 hingga 1.215, dengan catatan stoploss berada di bawah 685.

Upah Riil Jepang Naik 2,4%, Tertinggi Sejak 2021

Sementara itu, saham EMAS diproyeksikan mampu mencatatkan penguatan sebesar 3,17 persen menuju level 7.325. Analisis menunjukkan bahwa EMAS masih bertahan di atas MA20, yang menandakan tren positif masih terjaga. Investor disarankan melakukan akumulasi di rentang 7.125-7.300 dengan target harga optimistis di kisaran 7.975 hingga 8.475, serta stoploss di bawah 7.000.

Di sisi lain, untuk saham ESSA, analis memprediksi adanya tekanan jual yang berpotensi membawa harga terkoreksi ke level 640. Meski pergerakan di bawah MA20 menunjukkan sentimen negatif, investor bisa memanfaatkan peluang Buy on Weakness pada rentang 605-630. Target harga untuk ESSA ditetapkan pada level 710 dan 765, dengan stoploss di bawah 585.

Terakhir, untuk strategi Trading Buy, MNC Sekuritas menyoroti saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Emiten ini diprediksi akan menguat 5,89 persen ke level 16.625, didorong oleh tingginya volume pembelian. GGRM saat ini terpantau berada di atas MA20 dan sedang membentuk pola triangle. Investor disarankan melakukan Trading Buy di rentang 16.125-16.575, dengan target harga mencapai 17.125 hingga 17.300, serta menjaga stoploss di bawah 15.750.

Komentar
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Okupansi Hotel Dekat Bandara Naik

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

08

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

Berita Terbaru