IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Kendalikan Harga Cabai Merah

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. Foto : Kemendagri
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. Foto : Kemendagri

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri mencatat lonjakan harga cabai merah terjadi di 242 daerah pada pekan pertama Mei 2026. Menyikapi kondisi itu, Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pengendalian agar kenaikan tidak terus membebani warga.

Tomsi menegaskan, daerah tidak harus ikut menanam cabai bersama Kementerian Pertanian. Namun, ia menilai harga di pasar tetap wajib dijaga agar tidak naik. “Boleh tidak membangun atau tidak bekerja sama dengan Kementan untuk menanam cabai, dengan catatan jangan sampai harga cabainya naik,” ujar Tomsi dalam Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Pertanian, masih ada daerah yang belum menjalin kerja sama dalam program Calon Petani dan Calon Lokasi atau CPCL untuk meningkatkan produksi cabai merah. Bahkan, ada wilayah yang menolak alokasi kawasan cabai untuk program tersebut. Meski begitu, Tomsi menekankan bahwa pemerintah daerah tetap harus menjaga stabilitas harga karena komoditas itu langsung berpengaruh pada kebutuhan masyarakat.

Dalam rapat yang sama, Tomsi juga menyoroti komoditas beras. Ia mengapresiasi stok nasional yang mencapai 5,19 juta ton dan menyebut angka itu sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Kendati demikian, ia meminta Perum Bulog memastikan distribusi beras ke daerah berjalan lancar.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah wilayah yang harga berasnya mengalami kenaikan. Karena itu, Tomsi meminta data daerah-daerah yang masih tinggi harganya agar segera dihubungi dan penyaluran oleh Bulog ditingkatkan. “Tolong Ibu data kan daerah-daerah masih tinggi, minta dihubungi untuk Bulognya supaya penyalurannya ditingkatkan,” kata dia.

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Penertiban Tambang Emas Ilegal Bone Bolango

Tomsi juga mengingatkan bahwa Harga Eceran Tertinggi atau HET menjadi acuan pemerintah untuk memantau pergerakan harga komoditas. Ia mengajak pemerintah daerah memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan tidak melampaui batas yang ditetapkan.

Meski mengakui stabilisasi harga di daerah bukan perkara mudah, Tomsi menilai pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan daerah tetap bisa mengatasi gejolak harga. Ia meminta pemerintah daerah belajar dari pola yang berulang, terutama saat musim hujan maupun kemarau.

“Dengan rapat yang setiap minggu, dengan bertahun-tahun kita mengalami musim yang sama, musim penghujan, panas, gelombang tinggi, kita harus sudah bisa mengatasi kebiasaan-kebiasaan itu. Kita sudah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan kita itu,” ujarnya.

Rapat itu turut dihadiri Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik Sarpono, Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional Rinna Syawal, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Komentar
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru