LOMBOK, Gonesia.com — Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) kini menjadi pilar utama dalam akselerasi pembinaan talenta balap nasional melalui pemanfaatan infrastruktur sirkuit berstandar internasional yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat.
Ajang yang digelar pada Senin, 21 September 2026 ini, diposisikan sebagai inkubator strategis bagi pembalap lokal untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus meningkatkan jam terbang di lintasan yang sama dengan arena Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Kehadiran kompetisi ini menjadi krusial dalam menjembatani kesenjangan antara bakat muda dengan standar balap dunia yang menuntut kesiapan mental serta performa tinggi.
Pada putaran keempat yang berlangsung akhir pekan lalu, sebanyak 80 pembalap terdaftar mengikuti berbagai kelas kompetitif seperti National Sport 150, National Sport 250, Super Sport 600, hingga Indonesia Junior Talent Cup U-15.
Selain kelas utama, kategori pendukung seperti Underbone 150 dan Junior Sport U-18 turut meramaikan lintasan dengan partisipasi 28 pembalap tambahan.
Irfan Hadiansah, pembalap asal Semarang yang telah mengikuti ajang ini sejak 2024, menyoroti pentingnya kelas junior sebagai fondasi penjenjangan karier bagi atlet masa depan.
“Karena Pertamina Mandalika Racing Series juga punya kelas junior U-15. Itu pasti penjenjangannya untuk step up level yang lebih tinggi. Jadi ya sudah sangat bagus, semoga mempertahankan eksistensinya untuk terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Irfan sebagaimana dikutip dari JPNN.com.
Ia menambahkan bahwa keberlangsungan kompetisi ini menjadi harapan besar bagi para pembalap muda untuk terus berkembang secara profesional.
Pandangan senada disampaikan oleh Chandra Hermawan, pembalap asal Lumajang, Jawa Timur, yang menekankan urgensi regenerasi atlet di lintasan berstandar internasional.
“Harusnya anak-anak kecil ini sering balapan di sini, karena harus ada bibit tiap tahunnya. Bibit unggulnya itu harus terus dikembangkan,” kata dia.
Chandra berharap ajang ini dapat terus berevolusi guna mencetak lebih banyak pembalap berkualitas yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Harapannya semoga makin maju dan semakin banyak rider-rider yang berkualitas. Semoga semakin jaya,” lanjutnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen membangun ekosistem olahraga otomotif yang berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan perusahaan tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan acara, melainkan berfokus pada jalur pengembangan talenta yang terintegrasi.
“Pengalaman ini penting sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju jenjang yang lebih tinggi,” ujar Baron.
Ia menambahkan bahwa Pertamina berupaya menciptakan keterhubungan antara pembinaan talenta nasional dengan panggung motorsport dunia.
“Pertamina ingin ikut membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi talenta Indonesia untuk terus berkembang. Dari kompetisi nasional, para pembalap memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan dan pengalaman sebagai bekal untuk melangkah ke panggung motorsport dunia,” tutupnya.
Sinergi pembinaan ini pun dipersiapkan untuk menyambut ajang balap kelas dunia, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang.


