SPIELBERG, Gonesia.com – Pedro Acosta mencatatkan sejarah baru dalam karier balapnya dengan meraih kemenangan perdana di kelas utama MotoGP pada seri Austria yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026).
Pembalap muda berbakat dari tim KTM tersebut berhasil menuntaskan dahaga kemenangan setelah melewati 55 kali start di ajang balap motor paling bergengsi di dunia.
Kemenangan ini terasa lebih emosional karena diraih di kandang utama pabrikan KTM, tempat yang memiliki nilai historis mendalam bagi perjalanan kariernya.
Keberhasilan Acosta di Austria rupanya membangkitkan memori manis saat ia masih berkompetisi di kelas Moto2.
Pembalap asal Spanyol itu mengaku sering menjadikan kemenangan terakhirnya di Indonesia sebagai tolok ukur mentalitas bertandingnya.
Saat berlaga di Sirkuit Mandalika pada tahun 2023, Acosta berhasil menduduki podium pertama sebelum akhirnya melangkah naik kelas ke MotoGP.
Memori tentang lintasan di Indonesia tersebut diakui menjadi salah satu referensi penting yang menjaga semangatnya tetap terjaga selama masa penantian panjang.
“Saya selalu membawa kenangan dari kemenangan terakhir saya di Indonesia. Setelah sekian lama menunggu, rasanya sangat istimewa bisa kembali menang dan kali ini melakukannya di MotoGP bersama KTM,” ucap Acosta sebagaimana dikutip dari JPNN.com.
Pencapaian di Austria ini sekaligus membuktikan ketangguhan mental Acosta setelah sempat mengalami insiden pada sesi sprint race sehari sebelumnya.
Meski sempat melakukan kesalahan fatal di hari Sabtu, tim KTM tetap memberikan dukungan penuh yang membantunya bangkit di balapan utama.
Ia mengakui bahwa kepercayaan dari kru tim menjadi faktor krusial yang membuatnya mampu tampil maksimal dan memperbaiki performa di lintasan.
“Saya membuat kesalahan sehari sebelumnya, tetapi tim tidak kehilangan kepercayaan kepada saya,” ujarnya.
Tambahan 25 poin dari kemenangan di Red Bull Ring kini mendongkrak posisi Acosta ke peringkat keempat dalam klasemen sementara MotoGP 2026.
Hingga Senin (21/9/2026), total poin yang ia kumpulkan mencapai 234 angka, menjadikannya sebagai salah satu penantang serius dalam perebutan gelar juara musim ini.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa adaptasi Acosta dengan motor KTM telah mencapai titik optimal.
Bagi tim KTM, keberhasilan ini merupakan jawaban atas investasi besar yang mereka tanamkan pada pembalap muda tersebut selama dua musim terakhir.
Publik Austria yang memadati sirkuit pun menyambut positif hasil balapan yang dianggap sebagai momen kebangkitan bagi pabrikan asal Eropa tersebut.
Hasil ini sekaligus menandai berakhirnya periode puasa gelar bagi Acosta di kelas premier sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di MotoGP.
Dengan konsistensi yang ditunjukkan, Acosta kini diprediksi bakal memberikan tekanan lebih besar kepada para pembalap papan atas lainnya di sisa seri balapan musim 2026.


