IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Harta Djaya Karya (MEJA) Siapkan Rights Issue untuk Pendanaan Akuisisi

Gedung kantor PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) di Jakarta
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) bersiap melakukan rights issue untuk mendanai akuisisi sektor pertambangan batubara.

Jakarta, Gonesia.com – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk melakukan transformasi bisnis besar-besaran melalui akuisisi sektor pertambangan batubara.

Langkah ini dipertegas dengan rencana perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ketiga pada 21 Agustus 2026 mendatang.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan lampu hijau bagi emiten tersebut untuk melangsungkan agenda rapat tersebut.

Agenda utama RUPSLB mencakup permohonan persetujuan pemegang saham terkait pemberian kuasa kepada Direksi untuk menambah modal dasar perusahaan.

Penguatan struktur permodalan menjadi prioritas bagi manajemen guna memastikan seluruh tahapan aksi korporasi berjalan efektif dan terukur.

IHSG Menguat 9 Hari Beruntun, Cek Saham yang Diborong Asing Hari Ini

Selain agenda rapat umum, MEJA juga tengah mematangkan proses penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini diproyeksikan untuk mendukung rencana akuisisi perusahaan batubara, yakni PT Trimata Coal Perkasa (TCP).

Saat ini, manajemen sedang merampungkan proses audit laporan keuangan periode Juni 2026 sebagai syarat mutlak kelengkapan dokumen aksi korporasi.

Perubahan fundamental juga akan dilakukan perusahaan dengan merambah posisi sebagai perusahaan induk atau holding.

Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, Richie Adrian Hartanto, mengungkapkan bahwa pihaknya kini sedang melakukan proses penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Wall Street Menguat Jelang Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi Besar

Langkah tersebut diambil guna mendukung rencana perubahan kegiatan usaha secara menyeluruh.

“Penunjukan KJPP tersebut merupakan bagian dari proses penilaian independen yang diperlukan untuk mendukung rencana perubahan kegiatan usaha serta memastikan setiap tahapan dilaksanakan secara prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” ujar Richie melalui keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

Dia menjelaskan bahwa seluruh prosedur tersebut dilakukan untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik.

Sebelumnya, Kontan.co.id mencatat bahwa MEJA tengah menyiapkan dana investasi sekitar US$ 100 juta untuk ekspansi ke sektor batubara.

Akuisisi sebesar 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa dilakukan sebagai upaya diversifikasi bisnis inti yang selama ini berfokus pada furnitur dan konstruksi interior.

IHSG Melesat 1,74% ke 6.340, Cek Daftar Saham Top Gainers LQ45

Strategi ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru yang signifikan bagi keberlangsungan jangka panjang perusahaan.

Manajemen menargetkan seluruh rangkaian aksi korporasi ini dapat rampung sepenuhnya pada kuartal III-2026.

Skema yang dipilih oleh perusahaan untuk memuluskan akuisisi tersebut adalah melalui metode share swap atau pertukaran saham.

Langkah ekspansi ini menandai pergeseran arah bisnis yang cukup agresif dari emiten tersebut di tengah dinamika pasar modal saat ini.

Para investor saat ini menantikan realisasi dari rencana strategis yang dijadwalkan akan segera diputuskan dalam RUPSLB akhir Agustus mendatang.

Pihak perusahaan berkomitmen untuk menjaga transparansi kepada publik selama proses transisi bisnis berlangsung.

Seluruh jajaran direksi dipastikan akan terus mengawal setiap tahapan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

Komentar