New York, Gonesia.com – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan Selasa (21/7/2026) seiring dengan bangkitnya sektor semikonduktor dari tekanan jual yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.
Indeks Dow Jones Industrial Average terpantau menguat 77,5 poin atau 0,15% ke level 51.916,79 pada pembukaan perdagangan.
Indeks S&P 500 turut mengalami kenaikan sebesar 46,7 poin atau 0,63% menuju posisi 7.489,95.
Sementara itu, Nasdaq Composite melesat 264,5 poin atau 1,04% hingga menyentuh level 25.772,55.
Lonjakan pada saham-saham teknologi ini didorong oleh antusiasme pasar terhadap laporan keuangan perusahaan besar yang akan menjadi indikator prospek investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
ETF iShares Semiconductor memimpin pergerakan pasar dengan lonjakan 4,1% pada sesi pre-market, melanjutkan tren positif selama dua hari berturut-turut.
Namun, penguatan pasar tetap dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Seorang pejabat senior Iran menyatakan kepada Reuters pada Senin (20/7) bahwa Teheran telah menerima usulan gencatan senjata selama 10 hari dari pihak mediator.
Situasi di lapangan tetap memanas setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran baru terhadap gangguan pasokan energi global serta perdagangan internasional.
Harga minyak mentah Brent merespons situasi tersebut dengan kembali mendekati level US$ 90 per barel.
Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, menekankan perlunya kehati-hatian bagi para pelaku pasar.
“Investor harus menyeimbangkan laporan keuangan perusahaan yang kuat dengan perang yang masih berlangsung antara AS dan Iran,” ujar Hogan.
Ia menambahkan bahwa pasar sangat membutuhkan kepastian mengenai rencana belanja modal dari perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet.
“Jika perusahaan-perusahaan hyperscaler kembali menegaskan rencana belanja modal mereka, hal itu kemungkinan akan menjadi penopang bagi penurunan saham-saham semikonduktor,” katanya.
Sepanjang tahun ini, sektor produsen chip memang mengalami volatilitas tinggi karena keraguan investor terkait realisasi hasil investasi AI.
Indeks Philadelphia SE Semiconductor bahkan sempat mencatatkan penurunan lebih dari 20% di bawah rekor tertinggi Juni lalu, yang secara teknis menandakan masuk ke fase bear market.
Kondisi tersebut terjadi di tengah tekanan kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang baru saja menetapkan tarif impor 50% bagi produk asal Kanada.
Laporan Financial Times mengindikasikan adanya rencana pengumuman tarif baru terhadap puluhan negara lainnya dalam pekan ini.
Pada perdagangan individual, saham 3M berhasil melonjak 6,3% setelah adanya revisi kenaikan proyeksi laba tahunan.
Di sisi lain, saham sektor perangkat lunak justru tertekan setelah Morgan Stanley menurunkan target harga untuk beberapa emiten besar seperti Adobe dan Salesforce.


