IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Harga Avtur Naik, Begini Prospek Saham GIAA dan CMPP Jelang Nataru

Pesawat Garuda Indonesia dan AirAsia bersiap di landasan pacu bandara
Maskapai penerbangan menghadapi tantangan operasional menjelang libur Natal dan Tahun Baru akibat kenaikan harga avtur.

JAKARTA, Gonesia.com – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menghadapi tantangan operasional yang signifikan menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akibat lonjakan harga avtur.

Kementerian Perhubungan telah merespons kondisi pasar dengan menaikkan batas maksimal fuel surcharge (FS) penerbangan domestik menjadi 40% dari Tarif Batas Atas (TBA).

Kebijakan ini merupakan kenaikan dari batasan sebelumnya yang hanya berada di angka 30%.

Langkah pemerintah tersebut diambil setelah mencatat kenaikan rata-rata harga avtur yang kini mencapai Rp23.315 per liter.

Data per 1 September 2026 menunjukkan bahwa harga bahan bakar pesawat tersebut telah melonjak sebesar 6,5% secara bulanan.

BRI Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda untuk Kelola Finansial Masa Depan

Analis Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, menyatakan bahwa penyesuaian regulasi ini memberikan fleksibilitas bagi maskapai untuk membebankan sebagian beban biaya operasional kepada penumpang.

“Kenaikan batas maksimal fuel surcharge dari 30% menjadi 40% dari TBA memberi ruang bagi maskapai untuk meneruskan sebagian kenaikan biaya avtur ke konsumen,” ujar Adrian kepada Kontan, Jumat (4/8/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa implementasi kebijakan tersebut bersifat opsional dan tidak diwajibkan bagi seluruh maskapai.

Efektivitas kenaikan harga tiket ini dalam memperbaiki margin keuntungan akan sangat bergantung pada strategi penetapan harga masing-masing perusahaan.

Maskapai harus berhati-hati dalam menerapkan kebijakan tersebut karena ketatnya kompetisi harga di industri penerbangan domestik.

DANA Gunakan AI untuk Optimalkan Proses Penilaian Kredit Nasabah

Potensi kenaikan harga tiket yang agresif dikhawatirkan dapat menekan daya beli masyarakat, khususnya bagi segmen kelas ekonomi.

Kekhawatiran utama muncul karena periode Nataru secara historis sudah mengalami kenaikan harga tiket akibat lonjakan permintaan musiman.

Akumulasi antara penyesuaian fuel surcharge dan kenaikan harga musiman berisiko meningkatkan sensitivitas harga di kalangan penumpang.

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan permintaan penerbangan secara keseluruhan jika harga dianggap terlalu memberatkan.

Tren harga avtur yang terus menanjak menjadi faktor dominan yang membayangi kinerja keuangan GIAA dan CMPP hingga akhir tahun 2026.

WIKA Gedung Raih Kontrak Renovasi Kamar Operasi RSU Ulin Rp121,98 Miliar

Adrian mencatat bahwa di lima bandara tersibuk di Indonesia, rata-rata harga avtur mengalami kenaikan sekitar 6,4% pada September 2026.

“Dengan tren harga avtur yang masih naik dan rata-rata harga avtur di lima bandara tersibuk Indonesia naik sekitar 6,4% pada September 2026 serta harga minyak yang cenderung tinggi, tekanan biaya operasional bagi GIAA dan CMPP masih akan berlanjut hingga akhir tahun,” jelasnya.

Meskipun momentum libur akhir tahun dapat mendongkrak pendapatan melalui lonjakan trafik penumpang, hal tersebut belum menjamin pertumbuhan laba bersih.

Peningkatan volume penumpang akan diiringi oleh pembengkakan biaya operasional yang searah dengan konsumsi avtur.

“Momentum high season Nataru berpotensi mengangkat top line kedua maskapai lewat kenaikan trafik, tetapi itu tidak otomatis tercermin di bottom line,” kata dia.

Terkait prospek investasi di pasar modal, ia memberikan rekomendasi trading buy untuk saham GIAA berdasarkan analisis teknikal.

Ia menetapkan target harga untuk saham Garuda Indonesia di level Rp71 per saham.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru