Surabaya, Gonesia.com – Persebaya Surabaya mengakhiri laga persahabatan bertajuk 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang dengan skor imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu, 22 Juli 2026.
Hasil imbang tersebut tidak membuat pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, merasa kecewa dengan performa skuad asuhannya di depan para pendukung.
Ia menegaskan bahwa hasil akhir bukan menjadi fokus utama timnya pada pertandingan pramusim tersebut.
Pertandingan ini dimanfaatkan oleh tim pelatih untuk melihat perkembangan pemain secara menyeluruh sebelum kompetisi resmi bergulir.
Tavares, sebagaimana dilansir dari laman resmi JawaPos, menilai laga uji coba ini sangat krusial bagi kedalaman skuad.
Ia ingin memberikan kesempatan kepada banyak pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif secara langsung.
Dominasi permainan sempat ditunjukkan oleh tim berjuluk Green Force sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Penyerang asal Brasil, Alex Martins, sukses mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mencetak gol perdana bagi klub.
Keunggulan Persebaya sempat bertambah pada babak kedua melalui aksi Yann Mabella yang membuat tuan rumah di atas angin.
Namun, PSIS Semarang berhasil menunjukkan daya tahan luar biasa dengan membalas dua gol hingga skor berakhir imbang.
Tavares menjelaskan bahwa rotasi pemain yang ia lakukan merupakan bagian dari rencana besar tim.
Dia sengaja memberikan menit bermain kepada banyak pemain agar bisa menilai kemampuan mereka saat tampil di bawah tekanan pertandingan.
Baginya, atmosfer pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo tentu sangat berbeda dibanding sesi latihan.
Ia menambahkan bahwa laga ini menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi tim pelatih dalam menyusun strategi utama.
Meskipun terdapat catatan positif, ia mengakui masih ada beberapa aspek yang harus segera dibenahi dalam waktu dekat.
Dua gol yang bersarang ke gawang Persebaya dinilai terjadi akibat kesalahan individu maupun koordinasi tim yang seharusnya bisa dihindari.
Selain lini pertahanan, penyelesaian akhir turut menjadi perhatian serius bagi pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Menurut dia, Persebaya memiliki cukup banyak peluang untuk menambah gol, tetapi belum mampu memanfaatkannya secara maksimal.
Kendati demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada PSIS Semarang yang tampil disiplin sepanjang laga.
Dia memandang bahwa menghadapi lawan dengan kualitas setara merupakan bagian penting dalam proses pembentukan tim yang tangguh.
Fase pramusim akan tetap mengedepankan evaluasi perkembangan permainan dibandingkan sekadar mengejar kemenangan jangka pendek.
Optimisme tetap terjaga bahwa sisa waktu yang ada cukup untuk memperbaiki berbagai kekurangan sebelum musim 2026/2027 dimulai.
Hasil dari laga ini akan menjadi bekal penting agar Green Force tampil lebih siap saat memasuki pertandingan resmi mendatang.


