JAKARTA, Gonesia.com – Tragedi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (5/9) sore telah merenggut nyawa tiga orang dari satu keluarga yang sedang mengendarai sepeda motor.
Peristiwa nahas tersebut memicu respons cepat dari pihak kepolisian untuk mengurai kronologi yang menyebabkan korban jiwa dalam jumlah signifikan.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto saat dikonfirmasi oleh JPNN.com pada Sabtu menjelaskan bahwa insiden bermula saat sebuah minibus BYD bernomor polisi B 2703 BNA yang dikemudikan Karsono bergerak dari arah selatan menuju utara.
“Peristiwa kecelakaan beruntun ini bermula saat minibus BYD berpelat B 2703 BNA yang dikemudikan Karsono melaju dari arah selatan menuju utara,” kata Joko.
Laju kendaraan tersebut terhenti secara fatal ketika menabrak bagian belakang minibus Kijang Innova bernomor polisi B 1277 UIH yang dikemudikan oleh Hadi Wibawa di dekat turunan Jembatan Kembang Kerep.
Benturan keras tersebut mengakibatkan Kijang Innova terdorong ke depan dan menghantam Toyota Fortuner dengan nomor polisi L 1021 BAD.
“Akibat ditabrak dari belakang, mobil Toyota Fortuner tersebut kehilangan kendali hingga oleng ke kanan,” ujar dia.
Situasi menjadi semakin kritis ketika bodi samping kiri Toyota Fortuner menghantam sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B 4915 BCD yang sedang melintas di sisi jalan tersebut.
Sepeda motor yang dikendarai oleh Andi Prasetyo itu menjadi sasaran fatal dari rangkaian benturan kendaraan roda empat yang kehilangan kendali.
“Dampak dari tabrakan berantai itu merenggut tiga nyawa yang merupakan satu keluarga pengendara sepeda motor,” ungkapnya.
Andi Prasetyo sempat dilarikan ke RS Hermina Daan Mogot guna mendapatkan pertolongan medis darurat akibat luka berat di bagian kepala.
Namun, ia dinyatakan meninggal dunia saat menjalani proses perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
Dua penumpang motor lainnya, yakni Yeni Sumarti dan seorang anak berusia tujuh tahun bernama Zeline Zakeisha, tewas seketika di lokasi kejadian.
Keduanya mengalami luka parah pada bagian kepala dan jenazahnya langsung dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.
Selain tiga korban tewas, kecelakaan ini juga menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka-luka yang cukup serius.
“Selain korban jiwa, empat orang lainnya mengalami luka-luka. Pengemudi minibus BYD Karsono menderita luka di bagian dada dan dirawat di RSUD Cengkareng,” tutur dia.
Tiga penumpang kendaraan roda empat lainnya, masing-masing Seruniwati Suganda, Handoko Argawa, dan Yessy Lestiany, menderita cedera di bagian kepala dan leher.
Para korban luka tersebut kini menjalani perawatan medis di RS Pondok Indah Puri Kembangan.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan maut tersebut.
“Penyebab sementara kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Petugas piket Yanmas Laka telah berada di TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengamankan barang bukti, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta melakukan proses penyidikan lebih lanjut,” ujar dia.


