Jakarta, Gonesia.com – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) secara resmi merampungkan kewajiban pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali atau buyback melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebanyak 19,81 juta lembar saham treasuri tersebut telah habis terjual setelah perusahaan menuntaskan transaksi terakhir pada 27 Agustus 2026.
Direktur Utama TRIN Ishak Chandra dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (3/9/2026) menjelaskan, seluruh pengalihan saham selama Agustus 2026 dilakukan melalui mekanisme penjualan di Bursa Efek.
Langkah strategis ini menandai pemenuhan kewajiban perusahaan atas program buyback yang telah diselesaikan sejak 23 Mei 2022 silam.
Proses penjualan saham dilakukan secara bertahap sepanjang bulan Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas pergerakan harga di pasar sekunder.
Aksi korporasi ini dimulai pada 3 Agustus 2026 dengan melepas 955.000 lembar saham pada harga rata-rata Rp 312,85 per lembar.
Volume penjualan kemudian terus meningkat seiring dengan dinamika pasar pada pekan-pekan berikutnya.
Pada 6 Agustus, perusahaan melepas 1,86 juta lembar saham dengan harga rata-rata Rp 329,51 per lembar.
Aktivitas perdagangan berlanjut dengan volume signifikan hingga mencapai akumulasi 12,15 juta saham per pertengahan Agustus.
Percepatan pengalihan saham terjadi pada pekan ketiga bulan Agustus saat harga pasar menunjukkan volatilitas positif.
Transaksi dengan harga rata-rata tertinggi tercatat pada 21 Agustus, yakni di level Rp 350,74 per lembar untuk 1,07 juta saham.
Menjelang akhir bulan, sisa saham yang wajib dialihkan tersisa sebanyak 327.900 lembar.
TRIN kemudian melepas sisa tersebut secara bertahap hingga menyisakan 50.000 lembar pada transaksi terakhir.
Dia menegaskan bahwa dengan selesainya transaksi 50.000 saham pada 27 Agustus 2026, maka total saham hasil buyback yang dialihkan mencapai 19.811.800 saham.
Saat ini, jumlah sisa saham yang wajib dialihkan oleh perusahaan telah mencapai titik nol atau habis sepenuhnya.
Program ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan pada 18 Februari 2022 lalu.
Dalam program buyback tersebut, perusahaan tercatat membeli kembali saham dengan harga rata-rata Rp 280 per lembar.
Keberhasilan pengalihan saham treasuri ini juga diuntungkan oleh momentum penguatan harga saham TRIN di pasar modal.
Data perdagangan menunjukkan bahwa pada Jumat (4/9/2026), harga saham emiten tersebut melonjak hingga 17,51 persen ke level Rp 416 per lembar.
Secara kumulatif, saham TRIN telah mencatatkan kenaikan sebesar 30 persen dalam periode satu bulan terakhir.
Tren positif ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan nilai dari saham hasil buyback tersebut.
Manajemen memastikan bahwa seluruh proses penjualan telah mengikuti ketentuan otoritas bursa yang berlaku.
Kini, perusahaan fokus pada langkah strategis berikutnya setelah kewajiban administratif saham treasuri ini tuntas sepenuhnya.


