IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

IHSG Melesat 1,74% ke 6.340, Cek Daftar Saham Top Gainers LQ45

Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan tren kenaikan
IHSG menguat 1,74 persen ke level 6.340 pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026).

JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor impresif dengan membukukan penguatan selama sembilan hari perdagangan berturut-turut hingga penutupan sesi Selasa (21/7/2026).

Sentimen positif pasar domestik membawa indeks melesat hingga 1,74 persen dan parkir di level 6.340,02.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirangkum Kontan menunjukkan bahwa performa indeks sepanjang hari ini konsisten berada di zona hijau.

Pergerakan indeks tercatat menyentuh level terendah di posisi 6.247 sebelum akhirnya ditutup pada titik tertinggi harian di level 6.340.

Lonjakan tajam ini didukung oleh aksi beli masif yang terjadi di hampir seluruh sektor industri utama.

Harga Emas Melonjak 1,2% Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed

Sebanyak 10 dari total 11 sektor yang terdaftar di bursa berhasil mencatatkan kenaikan signifikan di akhir perdagangan.

Sektor energi memimpin reli penguatan dengan kenaikan sebesar 3,48 persen.

Sektor barang baku menyusul di posisi kedua dengan apresiasi sebesar 2,76 persen.

Penguatan juga menyasar sektor infrastruktur sebesar 2,67 persen serta sektor properti dan real estate sebesar 2,34 persen.

Sektor teknologi turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 2,25 persen.

Saham BBCA Terus Menguat, Masihkah Menarik bagi Investor Ritel?

Sementara itu, sektor perindustrian naik 1,79 persen, diikuti barang konsumer non-primer 1,36 persen, barang konsumer primer 0,76 persen, transportasi 0,72 persen, dan keuangan 0,57 persen.

Satu-satunya sektor yang gagal mengikuti tren penguatan adalah sektor kesehatan yang justru harus terkoreksi 1,33 persen.

Aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung sangat ramai dengan total volume saham mencapai 50,78 miliar lembar.

Nilai transaksi harian tercatat menembus angka fantastis sebesar Rp 21,30 triliun.

Secara keseluruhan, optimisme investor terlihat dari jumlah saham yang menguat mencapai 421 emiten.

Wall Street Melemah Jelang Rilis Laporan Keuangan dan Eskalasi Timur Tengah

Sebaliknya, terdapat 205 saham yang mengalami tekanan jual hingga melemah.

Sebanyak 169 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dari posisi penutupan sebelumnya.

Pada jajaran top gainers indeks LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin dengan kenaikan 10,55 persen ke level Rp 440 per saham.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul dengan penguatan 9,70 persen ke harga Rp 735 per saham.

Posisi ketiga ditempati oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 6,98 persen menjadi Rp 4.290 per saham.

Di sisi lain, daftar top losers LQ45 diisi oleh saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar yang mengalami tekanan aksi ambil untung.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melemah 3,25 persen ke level Rp 745 per saham.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,44 persen ke posisi Rp 1.710 per saham.

Terakhir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan penurunan harga sebesar 1,17 persen pada penutupan perdagangan hari ini.

Komentar