Jakarta, Gonesia.com – Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) mencatatkan lonjakan harga signifikan hingga menembus batas auto rejection atas (ARA) pada perdagangan Senin, 7 September 2026.
Data dari IPOT menunjukkan bahwa harga saham emiten alat kesehatan ini sempat melesat 34,72% ke level Rp97 per lembar saham pada sesi pertama perdagangan.
Aksi beli investor yang masif ini dipicu oleh sentimen kebutuhan mendesak akan masker kesehatan di wilayah Jawa dan Sumatra.
Lonjakan permintaan tersebut merupakan dampak langsung dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah daerah.
MEDS kini menjadi sorotan pasar karena posisinya sebagai produsen alat kesehatan yang memiliki rekam jejak kuat dalam produksi masker medis.
Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 10 Agustus 2022.
Sejarah perusahaan bermula pada 31 Desember 2010 dan mulai beroperasi secara komersial pada 1 Maret 2011.
Fokus utama bisnis perseroan pada mulanya adalah memproduksi masker bedah tiga lapis.
Seiring berjalannya waktu, mereka melakukan inovasi dengan mengembangkan masker kesehatan tipe Ear Loop 4 Dimensi dengan merek dagang Evo Plusmed.
Evo Plusmed bahkan telah menjadi mitra resmi bagi berbagai ajang prestisius nasional maupun internasional.
Merek tersebut pernah digunakan oleh kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020.
Produk ini juga sempat dipercaya oleh KONI untuk PON Papua 2021 serta ajang balap dunia MotoGP Pertamina Mandalika 2022.
Meski demikian, manajemen perusahaan telah melakukan diversifikasi bisnis agar tidak sekadar bergantung pada penjualan masker.
Portofolio produk mereka kini mencakup bouffant cap, stetoskop, tensimeter digital, kursi roda, tiang infus, hingga bak instrumen.
Seluruh produk tersebut telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan serta memenuhi standar Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB).
Secara kinerja keuangan, perusahaan mencatatkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2026.
Pendapatan kumulatif selama periode Januari hingga Juni 2026 tercatat mencapai Rp11,53 miliar.
Peningkatan pendapatan ini didorong oleh volume permintaan masker yang melonjak serta kontribusi dari distributor baru.
Selain penjualan produk, perusahaan juga memperoleh tambahan pendapatan dari jasa machining.
Kendati penjualan meningkat, beban operasional masih menjadi tantangan bagi manajemen dalam mencetak laba bersih yang optimal.
Perusahaan saat ini dipimpin oleh dr. Yenny Marlina selaku Direktur Utama, didampingi oleh Herry dan Fancy Marsiana sebagai direktur.
Jajaran komisaris diisi oleh Jemmy Kurniawan, Alvi Hadi Sugondo, serta Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro.
Manajemen menegaskan bahwa tim yang ada saat ini memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri alat kesehatan.
Keahlian tersebut menjadi modal utama bagi perseroan dalam mempertahankan daya saing di tengah fluktuasi permintaan pasar pasca-pandemi.


