JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor impresif dengan membukukan reli penguatan selama sembilan hari berturut-turut hingga penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026).
Sentimen pasar domestik tampak semakin kuat seiring dengan kembalinya minat investor asing yang mencatatkan aksi beli bersih di pasar saham nasional.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis melalui RTI Business, IHSG ditutup melonjak signifikan sebesar 1,74% ke level 6.340,02.
Lonjakan ini mengonfirmasi tren kenaikan berkelanjutan yang telah mendominasi pergerakan indeks sepanjang periode perdagangan selama lebih dari sepekan terakhir.
Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks terpantau terus bergerak di zona hijau tanpa sekalipun tergelincir ke area negatif.
Posisi indeks sempat berada pada titik terendah di level 6.247 sebelum akhirnya ditutup pada titik tertinggi hariannya di 6.340.
Penguatan IHSG kali ini didorong oleh performa solid dari mayoritas sektor yang melantai di bursa.
Tercatat sebanyak 10 dari 11 indeks sektoral berhasil ditutup di zona penguatan.
Sektor energi menjadi motor utama kenaikan pasar dengan lonjakan performa mencapai 3,48% dibandingkan sesi sebelumnya.
Aktivitas perdagangan saham secara keseluruhan berlangsung sangat ramai dengan total volume transaksi mencapai 50,78 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh pasar mencapai angka fantastis sebesar Rp 21,30 triliun.
Dinamika pasar terlihat sangat atraktif dengan dominasi saham-saham yang mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 421 saham berhasil ditutup menguat, sementara 205 saham lainnya harus mengalami tekanan pelemahan.
Terdapat pula 169 saham yang pergerakan harganya tertahan atau ditutup tidak berubah dari posisi pembukaan.
Kepercayaan investor asing menjadi salah satu katalis utama yang memicu optimisme pelaku pasar dalam sesi kali ini.
Investor asing tercatat membukukan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp 31,36 miliar di seluruh pasar.
Data dari Kontan menunjukkan bahwa minat beli asing terpusat pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar dan sektor komoditas.
Adapun daftar 10 saham dengan nilai net buy terbesar asing pada perdagangan Selasa meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 92,01 miliar.
Selanjutnya disusul oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai net buy sebesar Rp 80,7 miliar.
Sektor perbankan juga tetap menjadi primadona, di mana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy sebesar Rp 66,84 miliar.
Porsi beli bersih pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat mencapai Rp 49,31 miliar.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut diburu asing hingga mencapai angka Rp 41,54 miliar.
Posisi keenam ditempati oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net buy sebesar Rp 32,8 miliar.
Ia menambahkan, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mencatatkan aliran dana masuk sebesar Rp 32,77 miliar.
Selanjutnya, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan posisi net buy sebesar Rp 21,75 miliar.
Peringkat kesembilan diisi oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp 18,22 miliar.
Perolehan net buy ditutup oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mencatatkan angka sebesar Rp 17,74 miliar.


