BANJARMASIN, Gonesia.com – Tim penyelam gabungan berhasil menembus akses krusial ke dalam bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa dengan memecahkan kaca jendela kamar penumpang.
Langkah drastis ini diambil setelah tim identifikasi menemukan banyak jasad korban yang terjebak di dalam ruang-ruang akomodasi kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator, menyatakan bahwa operasi saat ini difokuskan pada pembersihan badan kapal.
“Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali, tetapi enggak bisa, ya. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu. Nah, besok dilanjutkan. Semoga evakuasi besok lancar,” ujar Putu dalam konferensi pers yang disiarkan JPNN.com di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa malam.
Ia menjelaskan bahwa tim yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari perpaduan personel Basarnas Special Group (BSG), Kopaska, Pangkoarmada II TNI AL, serta PT Jasalindo.
Upaya memecahkan kaca jendela tersebut menjadi satu-satunya metode efektif untuk membuka jalur evakuasi menuju titik-titik di mana para korban terperangkap.
Pada Selasa pagi, tim penyelam sempat berhasil mengevakuasi tiga jenazah dari dalam bangkai kapal sebelum kendala alam menghambat pekerjaan mereka.
Operasi evakuasi lanjutan terpaksa dihentikan sementara pada Selasa sore akibat penurunan jarak pandang bawah air yang signifikan.
“Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat,” lanjutnya.
Rencananya, seluruh rangkaian evakuasi akan kembali dilanjutkan pada Rabu (23/9) pagi dengan harapan kondisi arus laut lebih bersahabat bagi para penyelam.
Prioritas utama tim SAR adalah menyisir kompartemen penumpang, baik di kelas ekonomi maupun eksekutif, yang diduga menjadi lokasi konsentrasi korban terbanyak.
Selain area kabin penumpang, tim juga mulai mempertimbangkan untuk melakukan pengecekan pada dek kendaraan yang berada di dalam lambung kapal.
Namun, keputusan untuk menyisir dek kendaraan sangat bergantung pada tingkat risiko keamanan bagi para penyelam di lapangan.
“Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas,” tegasnya.
Hingga Selasa malam, data resmi Basarnas menunjukkan bahwa total 126 orang telah ditemukan dari manifes awal sebanyak 243 penumpang.
Rincian dari jumlah tersebut mencakup 108 orang yang dinyatakan selamat dan 18 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 117 orang lainnya masih berstatus dalam pencarian aktif oleh tim SAR gabungan.
Tantangan teknis di lapangan kini semakin berat mengingat posisi kapal yang tidak stabil serta risiko puing-puing di dalam ruang sempit.
Pemerintah terus memantau perkembangan proses evakuasi ini untuk memberikan kepastian bagi pihak keluarga korban yang menanti di posko darurat.
Kondisi cuaca dan arus laut akan menjadi penentu utama apakah target evakuasi pada hari ke-11 ini dapat berjalan sesuai rencana atau kembali mengalami kendala teknis.


