SURABAYA, Gonesia.com – Persebaya Surabaya gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri setelah ditahan imbang 1-1 oleh Garudayaksa FC dalam laga pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9).
Hasil ini menjadi catatan minor bagi skuad Green Force yang sempat memimpin laga hingga menit-menit akhir pertandingan.
Berdasarkan laporan dari JPNN.com, kegagalan mempertahankan keunggulan di penghujung laga memicu rasa penyesalan mendalam dari kubu tuan rumah.
Gelandang Persebaya, Toni Firmansyah, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada basis suporter Bonek dan Bonita atas hasil yang tidak memuaskan tersebut.
Dominasi Persebaya sebenarnya sempat membuahkan hasil melalui gol Alex Martins pada menit ke-84 melalui sebuah sundulan terukur.
Gol tersebut sempat membawa optimisme besar bagi ribuan pendukung yang memadati stadion karena tercipta saat waktu normal hampir berakhir.
Namun, keunggulan 1-0 itu hanya bertahan selama lima menit akibat kelengahan barisan pertahanan Persebaya.
Garudayaksa FC berhasil memanfaatkan celah dari skema bola mati pada menit ke-89 yang memaksa kiper Reza Arya memungut bola dari gawangnya.
Sebelum insiden gol penyeimbang tersebut, Persebaya sejatinya sempat membobol gawang lawan melalui Miguel Pereira di babak kedua.
Akan tetapi, wasit terpaksa menganulir gol tersebut setelah meninjau tayangan ulang melalui teknologi VAR yang menyatakan posisi pemain berada dalam keadaan offside.
Toni mengakui bahwa seluruh pemain telah mencurahkan tenaga dan menjalankan instruksi pelatih demi meraih kemenangan.
“Pertama-tama mungkin saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Tentunya hasil yang tidak kita inginkan sore ini,” ucap Toni dalam konferensi pers pascapertandingan.
Ia menekankan bahwa tim telah berupaya keras untuk menjaga tempo permainan sepanjang laga.
“Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan tiga poin. Kami sudah bekerja keras, berjuang sampai akhir, dan mencoba menjalankan instruksi pelatih,” ujar dia.
Pemain asal Benowo tersebut mengakui bahwa hasil imbang ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para penggawa tim.
“Memang hasil akhirnya belum sesuai dengan apa yang kami harapkan,” imbuh dia.
Kegagalan menjaga fokus di menit-menit krusial menjadi catatan evaluasi utama bagi seluruh skuad Persebaya.
“Ini menjadi pelajaran bagi kami semua. Kami harus lebih fokus sampai pertandingan benar-benar selesai dan tidak boleh kehilangan konsentrasi,” katanya.
Ia menegaskan komitmen tim untuk segera melakukan pembenahan demi memperbaiki performa di laga-laga selanjutnya.
“Kami akan evaluasi bersama supaya kesalahan seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Meskipun tertahan, ia mengajak rekan setimnya untuk tetap solid dan tidak larut dalam kesedihan.
“Kami memang kecewa karena gagal mendapatkan tiga poin, tetapi kami harus tetap bersama, terus bekerja keras, dan memperbaiki apa yang masih kurang,” kata dia.
Persebaya kini menatap laga berikutnya dengan target pembenahan taktis guna menjaga asa di kompetisi Super League musim ini.
“Kami akan berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.


