Jakarta, Gonesia.com – PT Victoria Investama Tbk (VICO) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai total Rp121,74 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025.
Keputusan krusial tersebut telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 18 September 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip dari Kontan, nilai pembagian dividen tersebut setara dengan Rp8 per lembar saham.
Dana yang digelontorkan perusahaan ini diambil dari sebagian laba ditahan perseroan yang tercatat hingga periode 31 Desember 2025.
Total dividen yang akan didistribusikan kepada investor mencapai Rp121.736.605.264.
Manajemen perusahaan telah menetapkan jadwal operasional pembagian dividen agar investor dapat melakukan perencanaan investasi dengan matang.
Tanggal cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan jatuh pada 28 September 2026.
Sehari setelahnya, yakni 29 September 2026, akan menjadi periode ex dividen untuk pasar reguler dan negosiasi.
Untuk pasar tunai, tanggal cum dividen ditetapkan pada 30 September 2026.
Pada hari yang sama, tepatnya pukul 16.00 WIB, perseroan akan melakukan pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atau recording date.
Periode ex dividen untuk pasar tunai akan menyusul pada 1 Oktober 2026.
Seluruh proses distribusi pembayaran dividen kepada para pemegang saham dijadwalkan akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2026.
Secara kalkulasi, dengan asumsi harga saham VICO berada di level Rp173 per saham, maka tingkat imbal hasil atau dividend yield yang diperoleh investor mencapai 4,62%.
Angka tersebut menempatkan yield dividen VICO berada di atas rata-rata suku bunga deposito perbankan besar yang saat ini berkisar antara 2,75% hingga 3%.
Namun, ia menekankan bahwa besaran yield dividen tersebut bersifat dinamis dan akan terus berfluktuasi mengikuti pergerakan harga saham di pasar.
Data keuangan perseroan per 31 Desember 2025 menjadi landasan utama dalam penentuan kebijakan pembagian laba ini.
Pada akhir tahun lalu, perusahaan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp473,99 miliar.
Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat cukup kokoh di angka Rp1,47 triliun.
Total ekuitas perseroan hingga penutupan tahun 2025 tercatat mencapai Rp5,62 triliun.
Secara proporsional, jumlah dividen sebesar Rp121,74 miliar ini setara dengan sekitar 8,27% dari total saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya.
Langkah korporasi ini menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham di tengah dinamika pasar modal yang terjadi sepanjang bulan September 2026.


