JAKARTA, Gonesia.com — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memperkuat dominasi pasar melalui strategi ekspansi bisnis yang masif di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap berbagai instrumen investasi modern.
Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk menjawab kebutuhan investor ritel maupun institusi yang kini semakin beragam dan menuntut opsi portofolio yang lebih luas.
Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berhasil mencatatkan nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp125 triliun per Juni 2026.
Angka fantastis ini merepresentasikan sekitar 12,5% dari total pangsa pasar industri manajer investasi secara nasional di Indonesia.
CEO dan Presiden Direktur MAMI, Afifa, menyatakan bahwa pertumbuhan berkelanjutan menjadi komitmen utama perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para nasabah.
“Perjalanan MAMI mencerminkan semangat compounding excellence, yakni terus bertumbuh melalui berbagai upaya berkelanjutan dalam mengembangkan solusi investasi yang relevan bagi investor individu maupun institusi,” ujar Afifa dalam keterangan resmi, Selasa (21/7).
Optimisme tersebut didorong oleh kapabilitas perusahaan dalam mengelola 38 produk reksa dana serta 70 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang tersebar di berbagai sektor.
Portofolio investasi yang ditawarkan mencakup instrumen saham, pendapatan tetap, campuran, hingga pasar uang.
Perusahaan juga menyediakan opsi reksa dana syariah dalam mata uang rupiah maupun dolar Amerika Serikat.
Selain itu, investor kini memiliki akses lebih mudah ke pasar global melalui produk reksa dana offshore yang dikelola perusahaan.
Khusus untuk bisnis reksa dana, MAMI mencatatkan dana kelolaan mencapai Rp67 triliun dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 10,2%.
Jaringan distribusi produk tersebut kini telah menjangkau 24 mitra perbankan serta 12 mitra nonperbankan.
Penyebaran produk ini didukung oleh integrasi platform digital yang mumpuni serta jaringan layanan luring di berbagai wilayah.
Kekuatan modal dan operasional MAMI semakin kokoh setelah proses akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia rampung pada 1 April 2026.
Aksi korporasi tersebut telah mendapatkan restu resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai langkah strategis penguatan bisnis pengelolaan aset di tanah air.
Di luar aktivitas bisnis, perusahaan juga secara konsisten menjalankan tanggung jawab sosial melalui program pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
Inisiatif pelestarian lingkungan pun menjadi agenda rutin yang dijalankan bersama berbagai mitra strategis.
Terkait arah pengelolaan dana ke depan, ia memastikan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan utama bagi operasional perusahaan.
Ia menambahkan bahwa disiplin investasi dan manajemen risiko akan selalu dikedepankan demi menjaga kepercayaan para investor.
Sejak beroperasi di Indonesia pada tahun 1996, MAMI terus beradaptasi dengan dinamika pasar keuangan yang semakin kompetitif.
Transformasi layanan ini diharapkan dapat terus memacu literasi dan inklusi keuangan di kalangan masyarakat luas.


