IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Presiden La Liga Desak Gianni Infantino Mundur dari Jabatan FIFA

Presiden La Liga Javier Tebas memberikan pernyataan terkait kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA
Presiden La Liga, Javier Tebas, mendesak Gianni Infantino untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.

Madrid, Gonesia.com – Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan desakan keras agar Gianni Infantino segera meletakkan jabatannya sebagai Presiden FIFA karena dianggap telah merusak ekosistem sepak bola global.

Tebas menilai berbagai kebijakan yang diterapkan oleh induk organisasi sepak bola dunia tersebut saat ini lebih berorientasi pada keuntungan turnamen jangka pendek alih-alih menjaga stabilitas kompetisi domestik.

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media Italia La Gazzetta dello Sport, ia secara terbuka menyatakan bahwa masa kepemimpinan Infantino sudah seharusnya berakhir.

“Menurut saya, ya. Masa jabatannya sudah habis,” kata dia.

Tebas menyadari bahwa upaya untuk menggulingkan posisi Infantino dari pucuk pimpinan FIFA merupakan tantangan yang sangat berat.

Organisasi Media Online Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya

Ia berpendapat bahwa sistem pemilihan internal organisasi tersebut menciptakan iklim politik yang membuat calon penantang enggan atau tidak berani maju.

Menurut pengamatannya, banyak federasi sepak bola nasional sebenarnya menyimpan kekecewaan atas kebijakan FIFA namun memilih untuk tetap bungkam.

Ketegangan antara La Liga dan FIFA semakin meruncing pasca insiden penundaan sanksi terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Tebas menyebut keputusan FIFA dalam kasus tersebut telah mencederai kredibilitas organisasi secara serius di mata publik internasional.

Ia bahkan melontarkan spekulasi bahwa FIFA beruntung langkah Amerika Serikat terhenti oleh Belgia dalam turnamen tersebut.

Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris Baru

Menurutnya, jika Amerika Serikat melaju lebih jauh, potensi krisis yang dipicu oleh kontroversi disiplin tersebut akan menjadi beban yang jauh lebih besar bagi FIFA.

Kritik tajam juga diarahkan pada rencana ambisius FIFA untuk memperluas jumlah peserta Piala Dunia hingga mencapai 64 negara.

Tebas menegaskan bahwa ekspansi kuota peserta bukan merupakan solusi efektif untuk memajukan kualitas sepak bola secara global.

Ia menekankan bahwa liga domestik tetap menjadi fondasi utama industri sepak bola dunia yang menyerap tenaga kerja dan menjadi sumber pendapatan klub sepanjang tahun.

“Sepak bola bukan hanya Piala Dunia. Liga-liga domestik juga harus dilindungi,” tegas dia.

Andy Burnham Resmi Gantikan Keir Starmer sebagai Perdana Menteri Inggris

Selain aspek struktural, Tebas menyoroti kebijakan teknis di lapangan, seperti penerapan jeda minum wajib selama tiga menit di setiap laga Piala Dunia 2026.

Ia menganggap alasan kesehatan pemain tidak relevan karena banyak pertandingan berlangsung di stadion dengan suhu yang cukup sejuk.

Ia mencurigai jeda tersebut hanyalah siasat komersial untuk menambah durasi tayangan iklan di tengah berlangsungnya pertandingan.

Kritik serupa juga ditujukan pada kebijakan durasi turun minum babak final yang diperpanjang hingga lebih dari 27 menit.

Tebas menilai penambahan waktu tersebut murni dilakukan demi pertunjukan musik yang mengorbankan ritme alami permainan.

Hingga Rabu, 22 Juli 2026, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi mengenai serangkaian kritik pedas dari Presiden La Liga tersebut.

Perseteruan ini diprediksi akan terus memicu ketegangan berkelanjutan antara operator liga-liga papan atas Eropa dengan otoritas FIFA.

Komentar