Ngawi – Anggota Komisi IV DPR RI Riyono mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis perikanan di Kabupaten Ngawi melalui pelatihan dan pendampingan yang lebih serius. Ia menilai potensi perikanan di daerah pemilihannya, baik dari sisi budidaya maupun tangkap yang bertumpu pada waduk, masih terbuka luas untuk dikembangkan.
Riyono mengatakan pelatihan tersebut penting untuk menaikkan kualitas produksi sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM agar mampu dijual dengan harga yang lebih kompetitif. “Pelatihan untuk UMKM berbasis perikanan ini memberikan nilai tambah untuk kualitas produksi dan daya saing, agar harganya semakin kompetitif,” ujarnya dalam keterangan kepada Parlementaria, Senin (10/8/2026).
Ia menekankan, UMKM yang mampu bertahan, apalagi sampai berkembang, perlu terus dibina agar mampu menghasilkan omzet lebih besar dan nilai jual yang tinggi. Menurut dia, keberlangsungan usaha kecil juga menjadi bagian penting dari penguatan ekonomi nasional.
Politikus yang identik dengan caping itu juga menegaskan perlunya keberpihakan negara terhadap pelaku UMKM. Mereka, kata dia, harus mendapat akses yang memadai terhadap bahan baku, kredit pemerintah tanpa agunan, pasar, serta dukungan nyata agar usaha bisa tumbuh.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan pada contoh produk perikanan yang sudah berhasil masuk pasar ASEAN. Produk itu ditampilkan sebagai gambaran bahwa UMKM bisa menembus pasar ekspor jika memiliki bahan baku yang baik dan kemasan yang menarik. Salah satu contohnya adalah udang crispy yang sudah dipasarkan ke Malaysia.
Kegiatan itu diikuti sekitar 75 UMKM, dengan peserta yang didominasi perempuan. Para pelaku usaha tersebut memiliki pengalaman yang beragam, mulai dari satu tahun hingga lebih dari lima tahun, dan memasarkan produknya baik di tingkat lokal maupun internasional.
Riyono turut menggandeng pengusaha lokal Ngawi, Fransiska, sebagai pelatih dalam kegiatan itu. Fransiska berbagi pengalaman dan kiat mengembangkan usaha, termasuk menghadapi tantangan bisnis, memperluas pemasaran lewat berbagai agenda nasional, hingga membuka peluang ekspor ke China.


