IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

HRTA Amankan Pasokan Emas Freeport, Perkuat Bisnis Bulion

HRTA Amankan Pasokan Emas dari Freeport demi Perkuat Bisnis Bulion

Bandung – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mulai memperkuat bisnis bulion dengan mengamankan pasokan emas murni langsung dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Dalam tahap awal kerja sama itu, emiten manufaktur emas tersebut sudah menerima 50 kilogram emas berkadar 99,99 persen.

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto menyebut kemitraan dengan PTFI menjadi langkah strategis untuk memperluas akses perseroan terhadap bahan baku berkualitas. Menurut dia, penguatan rantai pasok akan membantu perusahaan menjaga pertumbuhan usaha di tengah meningkatnya kebutuhan pasar.

“Dengan semakin kuatnya akses terhadap sumber bahan baku, kami dapat meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pasar, baik untuk produk emas batangan maupun perhiasan, sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan semakin berkembangnya ekosistem emas di Indonesia,” kata Sandra dalam keterangan resmi, Kamis (24/9).

Kerja sama yang baru diteken kedua pihak itu mengatur pembelian emas batangan secara bertahap sesuai kebutuhan bisnis dan kesepakatan bersama. Setiap pengiriman dilengkapi dokumen pendukung, termasuk assay certificate, sertifikat berat, serta packaging manifest yang memuat nomor seri dan bobot emas.

Pada pengiriman perdana, emas yang diterima HRTA berbentuk cast bars seberat 1 kilogram per batang. Seluruhnya diproduksi di fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) milik PTFI di Gresik, Jawa Timur, lalu diserahkan ke fasilitas HRTA di Bandung pada 16 September 2026.

Konservasi Indonesia Siapkan Manta Impact Bond untuk Jaga Pari Manta

HRTA menilai pasokan dari PTFI memberi keuntungan lebih luas karena berasal dari sumber domestik. Emas tersebut akan dipakai untuk menopang kebutuhan bahan baku dalam pengembangan bisnis bulion sekaligus memperkuat integrasi rantai nilai perusahaan, dari pengadaan bahan baku, pemurnian, manufaktur, hingga distribusi produk emas batangan dan perhiasan.

Perseroan juga menilai ketersediaan emas murni dengan kadar 99,99 persen memberi ruang lebih besar untuk menyesuaikan produksi saat permintaan pasar meningkat. Fleksibilitas ini dinilai penting untuk mendukung pengembangan berbagai produk emas yang dijual HRTA.

Di sisi kinerja, HRTA mencatat pendapatan Rp 33,80 triliun pada semester I-2026. Angka itu melonjak 124,61 persen secara tahunan dari Rp 15,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih perseroan ikut terdongkrak menjadi Rp 700,01 miliar, naik 100,86 persen dibandingkan Rp 348,51 miliar pada semester I-2025. Kenaikan tersebut terutama ditopang lonjakan permintaan di segmen grosir, khususnya dari institusi keuangan dan bullion bank.

Segmen grosir masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan dengan porsi 89,33 persen. Dari angka itu, sekitar 80,34 persen berasal dari transaksi dengan institusi keuangan dan bullion bank.

Kripto Menguat Sepekan, BTC dan ETH Diproyeksi Naik Hingga Akhir 2026

Pertumbuhan kinerja HRTA juga didorong kenaikan volume dan harga jual emas. Volume penjualan emas murni tumbuh 46,74 persen menjadi 13 ton, sementara average selling price (ASP) naik 53,21 persen menjadi Rp 2,59 juta per gram. Segmen ritel menyumbang 10,31 persen dari total penjualan, sedangkan bisnis gadai berkontribusi 0,33 persen.

Dari sisi keuangan, sejumlah rasio HRTA turut membaik. Return on assets (ROA) tercatat 12,33 persen, return on equity (ROE) mencapai 37,37 persen, dan rasio utang berbunga terhadap ekuitas atau interest bearing debt to equity ratio bertahan di 1,11 kali. Perseroan menyebut kondisi itu mencerminkan struktur permodalan yang masih sehat meski ekspansi bisnis berjalan.

Kinerja tersebut berlangsung ketika harga emas global masih berada di level tinggi. Sepanjang Juli 2026, harga emas dunia rata-rata mencapai US$ 4.072,54 per troy ounce, naik 21,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di pasar domestik, harga rata-rata emas tercatat Rp 2,36 juta per gram, atau meningkat 34,66 persen secara tahunan.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru