IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Rupiah Tertekan, Level Rp18.000 Jadi Resistance Kuat

Rupiah tertekan imbas kondisi eksternal, level Rp 18.000 jadi resistance kuat

Jakarta – Rupiah kembali tertekan di pasar spot pada perdagangan Kamis (24/9/2026) siang. Mata uang Garuda tercatat bertahan di level Rp 17.894 per dolar Amerika Serikat (AS), menandakan pelemahan yang masih berlanjut.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan itu bukan dipicu keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan. Menurut dia, pasar sudah lebih dulu memperkirakan langkah bank sentral tersebut sehingga tekanan terhadap rupiah datang dari luar negeri.

“Faktor eksternal masih dominan,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (24/9/2026).

Ia menyebut, tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari penguatan indeks dolar AS (DXY), kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, harga minyak yang masih tinggi, serta situasi geopolitik yang belum mereda.

Dalam jangka pendek, Lukman memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif di rentang Rp 17.750 hingga Rp 18.000. Menurutnya, level Rp 18.000 masih menjadi batas psikologis yang kuat bagi pasar.

Kripto Menguat Sepekan, BTC dan ETH Diproyeksi Naik Hingga Akhir 2026

“Kalau tekanan dari dolar, yield AS, dan harga minyak kembali naik, level itu berpotensi diuji. Namun bila tekanan global mereda dan intervensi BI berjalan efektif, rupiah bisa kembali menguat ke bawah 17.800,” kata dia.

Lukman menjelaskan, BI memiliki sejumlah opsi untuk meredam pelemahan rupiah. Intervensi dapat dilakukan langsung di pasar spot melalui penjualan dolar AS dan pembelian rupiah. Bank sentral juga bisa masuk lewat pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri maupun Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.

Selain itu, BI dapat memanfaatkan instrumen moneter seperti SRBI dan SBN untuk menjaga daya tarik aset rupiah dan menarik arus dana asing. Terbaru, BI kembali menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan intervensi melalui pasar spot, DNDF, dan NDF.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru