News

Program Makan Bergizi Gratis Didesak Berhenti, BGN: Kami Jalankan Perintah Presiden

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah gelombang kritik dan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa serta elemen masyarakat sipil dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah memandang program ini sebagai mandat strategis dari Presiden Prabowo Subianto yang harus terus dijalankan dengan perbaikan tata kelola.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik. Namun, ia menekankan bahwa penugasannya bersama Kepala BGN, Trenggono, memiliki fokus utama untuk memperbaiki pelaksanaan program agar lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami diangkat untuk menjalankan perintah Presiden, yaitu memperbaiki tata kelola dan pelaksanaan program MBG. Itu yang kami jaga dan kami lakukan,” ujar Agustina usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) tertutup bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).

Agustina menjelaskan bahwa urgensi program MBG berakar pada kondisi faktual di lapangan, di mana akses terhadap asupan makanan bergizi masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Menurutnya, intervensi gizi ini krusial untuk kelompok-kelompok yang berada pada fase pertumbuhan vital.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kelompok sasaran yang membutuhkan dukungan gizi mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Kelompok-kelompok ini dinilai sebagai prioritas utama untuk mencegah masalah kesehatan jangka panjang.

Mahasiswa UBK Temui Gibran, Beri Ultimatum 5 Hari Respons Tuntutan

Di sisi lain, BGN saat ini tengah melakukan evaluasi dan penajaman sasaran penerima manfaat agar penggunaan anggaran negara lebih efisien. Agustina mengakui adanya proses refocusing untuk memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan dukungan dalam masa pertumbuhan kritis.

Beberapa kelompok sasaran mungkin tidak lagi diprioritaskan jika secara teknis telah melewati usia kritis perkembangan, terutama untuk aspek-aspek seperti peningkatan kapasitas kognitif atau IQ. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan fiskal negara yang mengharuskan pemerintah untuk menentukan skala prioritas secara cermat.

“Secara teknis, mungkin ada kelompok yang sudah lewat usia intervensi gizinya untuk konteks peningkatan IQ dan sebagainya. Mengingat keuangan atau fiskal kita terbatas, maka pemerintah tentu harus memilih mana yang menjadi prioritas utama,” tambahnya.

BGN berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar berdampak pada perbaikan kualitas gizi masyarakat. Meski menghadapi tekanan publik berupa desakan penghentian program, BGN memilih untuk fokus pada perbaikan internal dan optimalisasi operasional di lapangan.

Hingga saat ini, BGN terus mematangkan prosedur pelaksanaan program agar lebih transparan dan akuntabel. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh komponen program, termasuk tata kelola dapur MBG dan skema insentif bagi Satuan Pelayanan Gizi (SPPG), menjadi agenda prioritas lembaga tersebut dalam waktu dekat.

Tanggapan Pemprov DKI Soal CCTV Mati Saat Demo Mahasiswa BEM UI

Upaya ini dilakukan agar mandat Presiden dalam menekan angka gizi buruk dan stunting melalui MBG dapat tercapai dengan hasil yang maksimal. BGN berharap melalui perbaikan tata kelola yang sedang berjalan, program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan generasi mendatang.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

06

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

07

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru