JAKARTA – Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.200 personel gabungan untuk mengamankan laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6). Pengamanan ketat dilakukan guna menjamin kelancaran pertandingan yang dijadwalkan akan dimulai pada pukul 20.00 WIB tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung, menegaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam maupun di sekitar area stadion. Pasukan gabungan yang diterjunkan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, personel TNI, serta didukung oleh elemen dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Seluruh personel telah didistribusikan ke berbagai titik strategis di kawasan Gelora Bung Karno. Penempatan pasukan mencakup area pintu masuk stadion, lokasi pertandingan, hingga seluruh penjuru kawasan Senayan untuk mengantisipasi potensi penumpukan massa maupun gangguan keamanan lainnya.
Dalam arahannya, Reynold menekankan pentingnya peran suporter dalam menjaga kondusivitas selama pertandingan berlangsung. Pihak kepolisian secara tegas melarang penonton membawa barang-barang yang dapat membahayakan atau mengganggu jalannya pertandingan, seperti petasan, suar (flare), senjata tajam, hingga minuman beralkohol.
Pihak kepolisian mengharapkan seluruh suporter dapat menunjukkan sikap santun dan kooperatif. Reynold mengingatkan agar tidak ada aksi yang menjurus pada tindakan anarkis maupun perusakan terhadap fasilitas umum yang ada di lingkungan stadion. Ia menegaskan bahwa integritas dan kenyamanan fasilitas publik harus dijaga bersama oleh seluruh pihak yang hadir.
Meski otoritas keamanan akan bertindak tegas terhadap suporter yang melanggar aturan atau memicu ketidaktertiban, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama. Seluruh personel yang bertugas di lapangan diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga suasana kondusif dan aman, Reynold memastikan bahwa seluruh personel pengamanan dilarang membawa senjata api selama bertugas di area stadion. Kebijakan ini diambil untuk memastikan interaksi antara aparat keamanan dan suporter tetap berjalan dengan suasana yang kondusif, nyaman, dan terkendali.
Lebih lanjut, koordinasi antarlembaga ini dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas di sekitar kawasan Senayan tetap lancar meski dipadati oleh massa pendukung. Antisipasi terhadap lonjakan penonton telah dipersiapkan dengan matang, termasuk manajemen kerumunan di area pintu masuk guna menghindari penumpukan yang berlebihan sebelum laga dimulai. Kepolisian berharap sinergi antara aparat dan suporter dapat menciptakan pengalaman menonton yang aman bagi seluruh keluarga yang hadir di SUGBK.

