Jakarta, Gonesia.com – Minat masyarakat terhadap instrumen investasi syariah terus menunjukkan tren positif, terbukti dengan realisasi pemesanan Sukuk Ritel seri SR025 yang telah menembus angka Rp 9,6 triliun hingga Jumat pagi, 4 September 2026.
Antusiasme investor yang tinggi ini tercatat dalam data salah satu mitra distribusi, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang mencatat akumulasi pesanan tersebut per pukul 07.00 WIB.
Dominasi penyerapan dana terjadi pada sukuk SR025 tenor 3 tahun atau SR025T3 dengan total pemesanan mencapai Rp 8 triliun.
Sementara itu, untuk seri SR025 tenor 5 tahun atau SR025T5, dana yang telah terserap oleh pasar tercatat sebesar Rp 1,6 triliun.
Secara keseluruhan, pemerintah masih menyisakan kuota penawaran sekitar Rp 10,4 triliun bagi calon investor yang ingin berpartisipasi sebelum periode penawaran ditutup pada 16 September 2026 mendatang.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menetapkan imbal hasil atau kupon yang cukup kompetitif, yakni sebesar 6,8% untuk seri SR025T3 dan 6,9% untuk seri SR025T5.
“Tanggal pembayaran imbalan ditetapkan tanggal 10 setiap bulan,” jelas Kemenkeu dalam keterangan resminya.
Keunggulan utama dari obligasi ritel ini terletak pada aksesibilitasnya, di mana masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan modal minimal hanya Rp 1 juta.
Proses pemesanan instrumen ini sepenuhnya berbasis digital melalui sistem elektronik yang terhubung dengan layanan e-SBN milik pemerintah.
“Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 dapat menghubungi 33 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online),” lanjutnya.
Terdapat empat tahapan utama yang harus dilalui investor, yakni registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan.
Tahap registrasi dapat dilakukan oleh calon investor kapan saja, bahkan sebelum masa penawaran resmi dibuka, dengan melengkapi data diri serta nomor Single Investor Identification (SID).
Setelah pemesanan diverifikasi, investor akan menerima kode pembayaran atau billing code untuk melakukan penyetoran dana melalui bank persepsi, ATM, internet banking, atau kanal pembayaran lainnya.
Langkah terakhir adalah konfirmasi, di mana investor akan menerima Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) sebagai bukti sah kepemilikan aset setelah masa setelmen tiba.
Pemerintah telah menggandeng 33 mitra distribusi yang terdiri dari bank umum, bank umum syariah, perusahaan efek, hingga perusahaan efek khusus berbasis teknologi finansial untuk mempermudah akses masyarakat.
Langkah ini diambil guna memperluas basis investor domestik sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan melalui instrumen yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Dengan sisa kuota yang masih cukup besar, pemerintah optimistis target penghimpunan dana dari seri SR025 dapat tercapai sebelum batas waktu penawaran berakhir.


