Berita

Pramono Pastikan: Pemangkasan DBH Tak Ganggu Tunjangan ASN dan PPPK DKI.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat tidak akan memengaruhi tunjangan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), non-ASN, maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Ibu Kota. Namun, kebijakan ini berpotensi besar mengurangi peluang lowongan kerja bagi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk tahun depan.

Penegasan tersebut disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/10/2025). Ia menjelaskan, meski tunjangan ASN dipastikan aman, pengurangan DBH berdampak pada pembukaan formasi tambahan PJLP.

“Yang mungkin akan mengalami perubahan adalah, selama ini kan PJLP kita, kayak kemarin damkar kita buka 1.000, pasukan *orange* 1.100, pasukan *putih* 500 karena ada pengurangan ini mungkin untuk tahun depan, peluang itu juga akan berkurang,” kata Pramono.

Meski demikian, Pramono memastikan jumlah lowongan PJLP untuk tahun ini (2025) tetap sebesar 1.000 formasi dan tidak mengalami perubahan.

Sebelumnya, Gubernur Pramono mengungkapkan bahwa pemangkasan DBH yang diterima Jakarta menjadi yang paling besar dibandingkan daerah lain. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta yang awalnya ditetapkan sebesar Rp 95 triliun, kini tersisa Rp 79 triliun setelah DBH dipangkas lebih dari Rp 15 triliun.

Erick Thohir Laporkan Evaluasi SEA Games dan Percepat Deregulasi Kemenpora

“Ini kan tidak hanya dialami di Jakarta, ini dialami oleh seluruh daerah. Memang pemotongan Jakarta paling besar. Ini menjadi tantangan bagi saya dan Pak Wagub untuk bisa menyelesaikan tetap target kami dengan baik,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dengan kondisi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus melakukan efisiensi dan mengatur ulang anggaran. Beberapa pos seperti perjalanan dinas dan konsumsi di Balai Kota akan dipangkas, serta anggaran belanja yang bukan menjadi prioritas utama.

“Jadi memang efisiensi akan dilakukan juga di Balai Kota,” lanjut Pramono.

Meski begitu, Pramono menegaskan program yang menyangkut kepentingan masyarakat, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), tidak akan dikurangi akibat pemangkasan ini.

Komentar
Polres Badung Tangkap WNA Amerika Serikat Pelaku Penggelapan MacBook Modus COD

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

06

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

07

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

08

Danantara Suntikkan Modal Rp 29 Triliun untuk Selamatkan Garuda Indonesia

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com