IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

Putri Tangsel City Cetak Sejarah di Gothia Cup 2026

Skuad Putri Tangsel City FC merayakan pencapaian bersejarah di Gothia Cup 2026.
Putri Tangsel City FC mencatatkan sejarah sebagai tim putri Indonesia pertama yang menembus babak gugur di Gothia Cup 2026.

TANGERANG, Gonesia.com – Sepak bola usia muda Indonesia mencatatkan sejarah baru di kancah internasional melalui penampilan impresif dua wakil tanah air dalam turnamen Gothia Cup 2026 yang berakhir pada Jumat, 24 Juli 2026.

Putri Tangsel City FC berhasil memecahkan kebuntuan prestasi tim putri Indonesia dengan menembus babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi di turnamen tersebut.

Sebelumnya, rekor terbaik tim putri Indonesia dalam ajang bergengsi ini hanya mampu bertahan di fase grup.

Performa gemilang skuad asuhan Muhammad Heru terlihat jelas selama babak penyisihan grup.

Mereka sukses menumbangkan Storfors AIK dari Swedia dengan skor meyakinkan 3-0.

Pujian Lewandowski untuk Lamine Yamal Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Kemenangan berlanjut saat menghadapi Ronninge Salem yang juga berasal dari Swedia dengan skor tipis 1-0.

Meski sempat menelan kekalahan 0-3 dari Marin FC asal Amerika Serikat, posisi mereka di babak 32 besar telah terkunci.

Sayangnya, perjalanan mereka harus terhenti di babak 32 besar setelah takluk dari klub asal Spanyol, Groseko FSA, dengan skor 0-2.

“Saya mengapresiasi perjuangan anak-anak yang bermain dengan penuh semangat. Pengalaman di Gothia Cup 2026 akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi perkembangan mereka ke depan dan mudah-mudahan menjadi motivasi untuk terus bermimpi lebih besar,” ujar Heru dalam keterangannya, dikutip JawaPos.

Di sisi lain, Akademi Persib Cimahi (APC) kembali menunjukkan dominasi mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola usia muda yang disegani di dunia.

Resmi Gabung Chelsea, Komentar Morgan Rogers soal Arsenal Picu Reaksi Fans

Sebagai juara bertahan kategori U-13 tahun lalu, APC berhasil melangkah hingga partai final Gothia Cup 2026.

Namun, APC harus mengakui keunggulan lawan setelah dikalahkan oleh klub asal Prancis, Selection Elite, dengan skor 0-2.

Meskipun harus puas dengan posisi runner-up, statistik APC selama turnamen ini sangat mengesankan.

Sepanjang sembilan pertandingan yang dijalani, mereka berhasil mencetak 39 gol dan hanya kebobolan tujuh gol.

Pelatih APC, Agi Maulana, menegaskan bahwa hasil ini merupakan bagian penting dari proses pengembangan pemain.

China Open 2026: Rachel/Febi Singkirkan Ganda Putri Unggulan Tuan Rumah

“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa kembali mencapai puncak tournament Gothia Cup walau keluar sebagai runner-up. Ini bagian dari sepak bola di mana tahun ini sangat kompetitif. Ini akan jadi bagian dari proses anak-anak,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa sikap pantang menyerah menjadi kunci utama performa timnya di lapangan.

“Anak-anak masih menunjukkan semangat belajar, disiplin, dan mental yang kuat. Sebagai pelatih, saya tetap bangga karena mereka tidak pernah menyerah memberikan yang terbaik untuk tim dan nama Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan kedua tim ini tidak lepas dari dukungan program pembinaan berkelanjutan melalui inisiatif SKF Care.

Program ini bertujuan untuk memberikan panggung bagi talenta muda Indonesia agar dapat berkompetisi di level dunia sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Ratih Juwita, Project Manager Meet The World with SKF and Gothia Ambassador from Indonesia, menyatakan kepuasannya terhadap progres yang ditunjukkan para pemain muda.

“Pencapaian tahun ini menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing secara konsisten di level dunia. Kami bangga melihat APC kembali mencapai final sebagai juara bertahan dan Putri Tangsel City mencatat sejarah baru bagi sepak bola putri Indonesia,” kata dia.

Apresiasi serupa datang dari penyelenggara Meet The World with SKF Road to Gothia Cup Indonesia 2026, Chandra Syahriar dari Cantrik ACL.

Ia menilai bahwa kualitas pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia kini berada di jalur yang benar.

“Ini menunjukkan bahwa kualitas pemain muda Indonesia semakin kompetitif di tingkat internasional. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak akademi dan sekolah sepak bola di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” ujarnya.

Komentar