JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, setelah gagal mempertahankan momentum di zona hijau.
Sentimen negatif pasar dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp 1,22 triliun di seluruh pasar.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks acuan nasional tersebut merosot 0,30 persen atau terpangkas 19,16 poin ke level 6.315,31 pada penutupan sesi sebelumnya, Kamis (23/7/2026).
Sepanjang sesi perdagangan kemarin, IHSG sempat berfluktuasi dengan rentang pergerakan di level terendah 6.306 hingga level tertinggi 6.454.
Koreksi indeks utama ini didorong oleh pelemahan pada empat indeks sektoral dari total 11 sektor yang terdaftar di BEI.
Sektor perindustrian menjadi penekan utama dengan penurunan sedalam 1,32 persen.
Indeks sektor barang konsumer non-primer menyusul dengan pelemahan sebesar 1,16 persen.
Sektor keuangan juga ikut menyeret indeks dengan koreksi sebesar 0,89 persen.
Sementara itu, sektor kesehatan mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,10 persen.
Di sisi lain, terdapat delapan sektor yang mampu bertahan di zona hijau di tengah gempuran aksi jual.
Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 3,13 persen.
Sektor barang konsumer primer menyusul dengan apresiasi sebesar 1,56 persen.
Sektor energi mencatatkan kenaikan sebesar 1,52 persen, diikuti oleh sektor transportasi yang menguat 1,33 persen.
Aktivitas perdagangan di bursa domestik tercatat cukup padat dengan total volume saham mencapai 62,94 miliar unit.
Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai angka fantastis sebesar Rp 23,78 triliun.
Secara keseluruhan, terdapat 299 saham yang mengalami koreksi harga dan menjadi pemberat bagi laju IHSG.
Di sisi berlawanan, sebanyak 321 saham justru mencatatkan penguatan.
Sebanyak 176 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Meskipun terjadi aksi jual masif, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu.
Menurut data Kontan, berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai beli bersih (net buy) terbesar oleh investor asing pada Kamis (23/7/2026).
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp 95,73 miliar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul di posisi kedua dengan nilai Rp 78,18 miliar.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp 41,27 miliar.
PT Timah Tbk (TINS) menyerap modal asing sebesar Rp 41,15 miliar.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berada di urutan berikutnya dengan nilai Rp 35,82 miliar.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mendapatkan aliran dana masuk sebesar Rp 33,73 miliar.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan nilai beli bersih Rp 23,49 miliar.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menarik minat asing dengan nilai Rp 22,18 miliar.
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatatkan angka Rp 20,88 miliar.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menutup daftar 10 besar dengan nilai Rp 19,96 miliar.


