Lamongan – Persela Lamongan membuka Pegadaian Championship 2026/2027 dengan langkah yang sangat meyakinkan. Bermain di Stadion Surajaya, Minggu (27/9), Laskar Joko Tingkir melumat PSBS Biak 6-0 dan mempertahankan start sempurna dengan tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Kemenangan besar itu sekaligus mempertegas dominasi Persela pada tiga laga awal. Dari rangkaian tersebut, mereka sudah mencetak sembilan gol dan belum sekali pun memungut bola dari gawang sendiri.
Sebelum pesta gol atas PSBS, Persela lebih dulu menundukkan Persis Solo 2-0 dan Persiba Balikpapan 1-0. Saat menghadapi PSBS, Kushedya Hari Yudo dan Juninho Cabral menjadi motor serangan dengan torehan masing-masing dua gol.
Persela langsung menekan sejak awal dan memetik hasil cepat. Yudo membuka skor pada menit ke-13, lalu Juninho Cabral memperbesar keunggulan tujuh menit berselang.
Juninho kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-29. Empat menit sebelum turun minum, Yudo menambah koleksi golnya dan membuat Persela menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0.
Memasuki paruh kedua, Persela tidak mengendur. Caique Souza ikut menyumbang gol pada menit ke-81, sebelum kapten Dendi Sulistyawan menutup kemenangan telak itu lewat gol pada masa tambahan waktu, menit ke-90+1.
Pelatih Persela, Bima Sakti, menilai hasil tersebut lahir dari kerja keras seluruh pemain dan kekompakan tim di lapangan. Ia juga menyebut timnya sudah melakukan evaluasi atas kekurangan dari laga sebelumnya.
“Ini berkat kerja keras dan kolektivitas tim. Untuk persiapan ke depan, kami sudah melakukan evaluasi dan melihat kelebihan serta kekurangan Barito,” ujar Bima.
Meski menang besar, Bima menegaskan Persela masih perlu memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir. Ia ingin setiap peluang, sekecil apa pun, bisa dikonversi menjadi gol.
“Ke depan kami akan memaksimalkan peluang untuk menjadi gol, sekecil apa pun itu,” katanya.
Bima juga menjelaskan rotasi pemain menjadi bagian dari strategi tim. Langkah itu, menurut dia, dilakukan agar seluruh pemain mendapat menit bermain sekaligus menjaga kolektivitas skuad.
“Kami mencoba kolektivitas tim dan rotasi pemain untuk memberikan jam terbang kepada seluruh pemain. Mereka yang ada di cadangan ternyata sangat bagus ketika diberi kesempatan bermain,” tuturnya.
Dari kubu tuan rumah, Kushedya Hari Yudo mengaku puas bisa menjawab kepercayaan yang diberikan pelatih. Ia senang tampil dan sukses menyumbang dua gol.
“Saya sangat senang diberikan kesempatan main dengan Coach Bima Sakti dan sukses menjawab dengan dua gol,” ucap Yudo.
Sementara itu, pelatih PSBS Biak, Miskardi, tidak menampik Persela tampil lebih unggul sepanjang pertandingan. Ia juga menilai absennya pemain asing membuat timnya kalah postur.
“Kami menyadari kalah postur karena tidak memiliki pemain asing. Kami sudah berusaha keras dan menutup sisi samping, tetapi Persela lebih bagus,” ujar Miskardi.
Meski menelan kekalahan berat, Miskardi tetap memberi apresiasi kepada para pemain mudanya. Menurut dia, timnya masih berada dalam fase awal dan butuh waktu untuk lebih padu.
“Saya tetap apresiasi kepada pemain. Walaupun kalah, mereka telah berjuang dengan apa yang kami miliki. Ini baru empat pekan, semoga ke depan kami bisa lebih setel dan lebih kerja keras lagi,” katanya.
Tambahan tiga poin membuat Persela mengoleksi delapan poin dari tiga pertandingan dan bertahan di papan atas Grup B. Sebaliknya, PSBS Biak masih terpuruk di dasar klasemen setelah menelan tiga kekalahan beruntun.


