Minggu dini hari – Jonatan Christie memastikan langkah ke perempat final Asian Games 2026, tetapi kelolosan itu ia dapat melalui laga yang jauh dari ideal. Bermain sangat larut membuat fokus tunggal Indonesia tersebut sempat terganggu, sementara waktu pemulihannya juga terpangkas habis.
Pertandingan melawan Viren Nettasinghe dari Sri Lanka baru dimulai sekitar pukul 01.00 waktu setempat, atau ketika hari sudah berganti ke Minggu (27/9/2025). Duel itu baru selesai mendekati pukul 02.00, kondisi yang membuat Jonatan harus bertanding dalam situasi yang tidak biasa.
Ia tak menutupi rasa terganggunya oleh jadwal tersebut. Menurut Jonatan, pertandingan yang terlalu malam membuat suasana hatinya kurang baik dan menyulitkannya menjaga konsentrasi.
“Bersyukur karena bisa lewat dari hal yang tidak mudah. Namun, jujur tadi cukup terbawa mood yang kurang baik karena bermain terlalu larut malam, bahkan sudah pagi. Cukup kesal kenapa tidak memindahkan ke lapangan 3 atau 4 yang sudah selesai duluan. Fokusnya jadi cukup terganggu juga,” ujarnya.
Tantangan Jonatan tidak hanya datang dari faktor nonteknis. Peraih emas Asian Games 2018 itu juga sempat berada dalam tekanan setelah kehilangan gim pertama dengan skor 15-21.
Meski begitu, Jojo perlahan mampu membalikkan keadaan. Ia merebut gim kedua dengan skor 21-13, lalu menutup laga penentuan 21-15 untuk memastikan kemenangan.
Hasil itu menjaga asa Jonatan dalam perebutan medali. Ia pun mengaku lega karena bisa keluar dari tekanan dan menyelesaikan dua kemenangan dalam laga hari itu.
“Puji Tuhan pelan-pelan tadi bisa bangkit. Dan, cukup happy dengan dua kemenangan di pertandingan hari ini, walaupun ada faktor nonteknis, tetapi bisa mengatasinya,” kata Jonatan.
Kemenangan atas Nettasinghe menempatkan Jonatan di babak perempat final. Namun, waktu istirahatnya sangat sempit karena ia harus kembali turun bertanding beberapa jam kemudian.
Di fase berikutnya, Jonatan dijadwalkan menantang Loh Kean Yew dari Singapura. Laga itu tercatat sebagai pertandingan kelima dalam rangkaian perempat final yang dimulai sekitar pukul 09.30 waktu setempat.
Artinya, Jonatan hanya memiliki waktu pemulihan yang sangat terbatas setelah menyelesaikan pertandingan pada dini hari. Kondisi itu membuat aspek stamina dan kesiapan fisik menjadi perhatian utama.
“Saya berharap saya bisa memaksimalkan istirahat yang ada supaya bisa bermain maksimal dulu melawan Loh Kean Yew di perempatfinal,” ujar Jonatan.
Kini, Jonatan harus segera beralih dari soal jadwal dan fokus memulihkan kondisi. Ujian berikutnya sudah menanti di perempat final.


