TANGERANG – Ajang lari tahunan PANCASAKTI Run 2026 yang akan diselenggarakan di QBig BSD City, Tangerang, pada 19 Juli mendatang, kembali menegaskan komitmen keberlanjutan lingkungan dengan menanam 3.000 bibit pohon. Aksi penghijauan ini dijadwalkan berlangsung tepat sehari setelah perlombaan, sebagai bentuk kontribusi nyata para pelari terhadap pemulihan ekosistem di Pusat Budaya Alam Nusantara, Banten.
Ketua PANCASAKTI Run 2026, Hendy Sugiono, menjelaskan bahwa sistem penanaman pohon dilakukan berdasarkan jumlah nomor peserta atau BIB yang terdaftar. Langkah ini merupakan kelanjutan dari tradisi serupa yang telah diterapkan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
“Setiap peserta ikut berkontribusi menjaga kelestarian bumi melalui partisipasi mereka dalam ajang ini,” ujar Hendy dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa panitia berencana melibatkan perwakilan komunitas lari, influencer, dan sejumlah pelari untuk menyaksikan langsung proses penanaman bibit tersebut sebagai bentuk transparansi dan edukasi lingkungan.
Meskipun tahun ini ajang tersebut membawa tema besar “The Journey to Going Public Begins”, aspek kelestarian lingkungan tetap ditempatkan sebagai pilar utama perusahaan. Menurut Hendy, tema ini merefleksikan langkah strategis Pancasakti Group dalam membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan, yang tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan pelestarian alam serta budaya nusantara.
Dari sisi teknis penyelenggaraan, PANCASAKTI Run 2026 melakukan ekspansi kategori dengan menghadirkan Half Marathon sejauh 21 kilometer, menyusul kategori 10K dan 5,5K yang sudah ada sebelumnya. Dengan penambahan kategori baru ini, panitia menargetkan total partisipasi mencapai 5.000 pelari. Sebagai daya tarik, panitia menyiapkan total hadiah podium sebesar Rp 230 juta, di luar berbagai hadiah doorprize dan paket perlengkapan lomba (race pack) dengan nilai manfaat mencapai Rp 1 juta bagi setiap peserta.
CEO Pancasakti Group, Suwandy Tasmady, menyatakan bahwa ajang ini dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi lari semata, melainkan sebagai wadah penguatan silaturahmi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan. Relasi yang dirajul meliputi pelanggan, mitra perbankan, pemasok, hingga sektor transportasi.
Lebih lanjut, Suwandy menyoroti keunggulan kompetitif ajang tahun ini melalui program undian eksklusif menuju World Marathon Majors 2027. Kesempatan ini terbuka bagi pelari kategori Half Marathon yang berhasil menuntaskan lomba dalam waktu maksimal 2 jam 30 menit.
“Program ini menjadi salah satu pembeda PANCASAKTI Run dibandingkan ajang lari lainnya di Indonesia,” kata Suwandy. Menurutnya, penyelenggaraan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Pancasakti Group menuju rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang dijadwalkan pada 2029 mendatang. Melalui ajang lari ini, perusahaan berupaya memperkenalkan visi dan nilai-nilai korporasi kepada masyarakat luas secara lebih personal dan inklusif.

