IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Listrik Padam hingga Layanan Publik Terganggu

Kondisi infrastruktur dan layanan publik di Kumamoto lumpuh total setelah gempa berkekuatan M 7,1.
Kondisi di Prefektur Kumamoto pasca gempa berkekuatan M 7,1 yang menyebabkan kelumpuhan layanan publik dan pemadaman listrik.

KUMAMOTO, Gonesia.com – Sektor industri strategis dan layanan publik di Prefektur Kumamoto, Jepang, lumpuh total menyusul bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 yang melanda wilayah tersebut hingga Kamis (30/7).

Kelumpuhan infrastruktur ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik bagi 34.900 rumah tangga.

Selain krisis energi, sekitar 15.000 warga di wilayah terdampak kini harus bertahan hidup tanpa akses air bersih yang memadai.

Kondisi darurat ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran dengan lebih dari 8.800 warga terpaksa menempati lebih dari 400 titik penampungan sementara.

Pemerintah setempat mulai mendistribusikan sumber listrik tambahan ke lokasi pengungsian guna mengoperasikan pendingin ruangan di tengah ancaman cuaca panas ekstrem.

Jadwal Sidang Perdana Kasus Ijazah Palsu dr Tifa di PN Jaktim

Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling terpukul akibat lonjakan pasien luka-luka yang melampaui kapasitas fasilitas medis.

Rumah sakit di Kota Uki terpaksa menghentikan operasional secara total setelah kehilangan pasokan listrik utama.

Fasilitas medis lainnya di kota yang sama juga menyatakan tidak lagi mampu menerima pasien baru setelah menampung 86 korban, termasuk tiga orang dengan kondisi luka serius.

Gangguan transportasi pun tak terelakkan, di mana operator kereta cepat melaporkan adanya penumpang yang mengalami cedera akibat guncangan hebat.

Sejumlah ruas jalan raya utama mengalami kerusakan struktural berupa retakan besar yang menghambat distribusi bantuan dan arus lalu lintas.

DPR RI Soroti Wacana Penyaluran Bansos Melalui Kopdes Merah Putih

Kerusakan properti komersial yang paling signifikan terjadi di Aeon Mall Kashima, di mana ledakan gas pascagempa merobohkan sebagian besar bangunan.

Reruntuhan beton dan rangka baja dari 200 toko di pusat perbelanjaan tersebut berserakan, menciptakan kondisi yang berbahaya bagi tim penyelamat.

Saksi mata di lokasi kejadian, Kazuya Tsurunaga, menggambarkan situasi mencekam saat ledakan terjadi di dekat tempatnya bekerja.

“Itu adalah dampak yang sangat besar. Awan asap besar mengepul, dan karena angin kebetulan bertiup dan arah angin menuju toko, daerah di sekitar kami dalam keadaan seperti abu vulkanik jatuh,” kata dia kepada TBS.

Sektor manufaktur turut terdampak, dengan perusahaan besar seperti Tokyo Electron dan Honda memilih menghentikan operasional pabrik mereka hingga Rabu (29/7).

KPK Sita Uang Rp2 Miliar Saat OTT Bupati Pemalang

Sementara itu, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) sempat mengevakuasi seluruh staf sebagai prosedur standar keamanan sebelum kembali beroperasi pada Selasa malam.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa pemerintah kini memprioritaskan operasi pencarian korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.

“Ada orang-orang yang masih menunggu untuk diselamatkan, dan ini adalah perlombaan melawan waktu. Kami akan mengerahkan segala upaya untuk menemukan dan menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” ujar dia seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Otoritas setempat juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gempa susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam kurun waktu satu pekan ke depan.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko tanah longsor akibat struktur tanah yang menjadi tidak stabil pascaguncangan.

Bencana ini kembali membangkitkan trauma mendalam bagi warga Kumamoto yang sebelumnya pernah mengalami gempa besar pada tahun 2016.

Dampak guncangan kali ini bahkan merusak kembali sebagian dinding Kastel Kumamoto yang saat ini masih dalam proses restorasi jangka panjang.

Komentar