Jakarta – Calvin Verdonk mengungkapkan bahwa John Herdman memberi pesan sederhana namun penting kepada para pemain Timnas Indonesia sebelum adu penalti melawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin. Sang pelatih kepala meminta skuad Garuda tetap yakin saat laga yang sempat berjalan di bawah tekanan itu harus ditentukan lewat titik putih.
Indonesia sebenarnya sempat berada di posisi yang sulit. Setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan, duel mesti dilanjutkan ke adu penalti meski Thailand sudah kehilangan satu pemain. Dalam situasi yang membuat peluang menuntaskan laga secara langsung terbuka lebar, Herdman justru menekankan satu hal kepada anak asuhnya: percaya.
Pesan itu terbukti berbuah hasil. Indonesia menang 4-2 dalam tos-tosan setelah Emil Audero menepis eksekusi penendang keempat Thailand, Nattapong Sayriya.
Verdonk menggambarkan kemenangan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh tim. Menurut pemain Lille itu, tidak ada satu figur yang pantas mendapat pujian paling besar karena gelar juara lahir dari perjuangan bersama.
“Kami harus percaya, cukup percaya,” kata Verdonk kepada wartawan di mixed zone SUGBK, Senin.
“Semuanya, saya rasa. Ini pertandingan yang sulit, tetapi kami terus percaya. Jadi, saya pikir semua orang layak mendapatkan kata-kata positif,” ujarnya.
Selain kontribusinya dalam momen final, Verdonk juga memperlihatkan fleksibilitas posisi di lapangan. Ia memulai laga dari sisi kiri, lalu pada babak kedua digeser Herdman ke lini tengah sebelum akhirnya kembali ke sektor kiri.
Ia menegaskan tidak keberatan ditempatkan di mana saja. Baginya, menjalankan instruksi pelatih jauh lebih penting ketimbang posisi yang dimainkan.
“Ya, di babak pertama saya bermain di sisi kiri, itu posisi saya, Anda tahu. Saya merasa sangat nyaman di sana pada babak pertama, tetapi pelatih ingin melakukan beberapa perubahan dan saya bermain di posisi yang dia minta,” ucapnya.
“Di lini tengah, kemudian saya kembali ke sisi kiri. Di mana pun, pokoknya di mana saja,” lanjut Verdonk.
Di tengah euforia juara, pemain keturunan Belanda itu juga tak terlalu memikirkan urusan perayaan. Fokusnya kini bergeser ke agenda klub bersama Lille, yang sudah menunggu laga kontra Le Havre pada Sabtu (10/10).
“Saya rasa mungkin mereka menyiapkan sesuatu di hotel, saya tidak tahu. Saya harus bermain lagi pada Sabtu, kemudian Selasa. Jadi, saya harus memulihkan kondisi dan besok kembali ke rumah,” tutupnya.


