IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Wall Street Menguat Rekor, Saham Chip dan AI Menjadi Motor

Wall Street cetak rekor, saham cip dan AI jadi motor penguatan

New York – Bursa saham Wall Street kembali mencatat hari yang solid pada Selasa (6/10), dengan tiga indeks utama menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan ini terutama ditopang reli saham teknologi serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

S&P 500 naik 0,58% dan ditutup di 7.818,93, rekor baru bagi indeks acuan tersebut. Dow Jones Industrial Average juga bertambah 253,38 poin atau 0,49% ke 51.521,28.

Nasdaq Composite ikut menguat 0,45% ke 27.599,79. Sepanjang sesi, indeks yang sarat saham teknologi itu sempat menyentuh level tertinggi sepanjang perdagangan sebelum akhirnya bertahan di area rekor penutupan.

Dorongan terbesar datang dari saham-saham produsen chip. Marvell Technology melesat 5,8%, Advanced Micro Devices (AMD) naik hampir 3%, dan Broadcom menguat 3,7%. Investor tampak semakin percaya diri terhadap prospek emiten semikonduktor di tengah derasnya minat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).

Stephen Kolano, Kepala Investasi Integrated Financial Partners, menilai pasar masih melihat AI sebagai tema investasi yang menarik. Ia juga menyebut kekhawatiran terhadap inflasi mulai mereda, termasuk tekanan akibat naiknya harga minyak dan bahan bakar.

Bursa Asia Melemah, Brent Tembus US$101,65 per Barel

“Investor melihat persoalan tersebut berpotensi teratasi ke depannya,” kata Kolano.

Di pasar energi, harga minyak bergerak relatif datar saat penutupan. Brent naik tipis 0,26% menjadi US$ 100,58 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) hanya menambah 0,01% ke US$ 89,44 per barel.

Kolano menambahkan, suku bunga saat ini secara fundamental sudah berada di level yang tepat. Sebagai respons, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 5,281%, sedangkan tenor 30 tahun nyaris tak berubah di 5,655%.

Sebelumnya, kedua tenor tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak 2002 pada Senin (6/10). Meski demikian, pasar dinilai masih dalam kondisi terkendali.

Menurut Kolano, investor tetap memantau potensi risiko yang bisa menyebar ke pasar. Namun untuk saat ini, pergerakan saham masih ditopang oleh momentum, pertumbuhan laba perusahaan, dan aliran investasi ke sektor AI.

Dana Asing Kabur, CPO dan Batubara Menguat Kontras

Pelaku pasar berikutnya akan menunggu publikasi risalah rapat Federal Reserve pada September yang dijadwalkan keluar Rabu (8/10). Dokumen itu diharapkan memberi petunjuk baru soal arah kebijakan bank sentral AS ke depan.

Komentar