Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memperluas langkah bisnisnya ke pasar energi Amerika Serikat dengan memborong saham preferen konversi milik HighPeak Energy Inc senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.
Investasi itu dilakukan melalui perjanjian yang diteken ENRG dengan HighPeak, emiten minyak dan gas yang tercatat di Nasdaq dengan kode HPK. Saham preferen baru tersebut nantinya bisa dikonversi menjadi saham biasa HighPeak sesuai ketentuan yang berlaku.
HighPeak sendiri berkonsentrasi pada pengembangan dan eksplorasi hidrokarbon di Midland Basin, West Texas. Perusahaan yang bermarkas di Fort Worth, Texas, itu mencatat rata-rata volume penjualan sekitar 45.456 barel setara minyak per hari atau BOEPD sepanjang enam bulan hingga 30 Juni 2026.
Direktur Utama dan CEO Energi Mega Persada Syailendra S. Bakrie mengatakan, penyertaan modal ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan anorganik perseroan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Kami meyakini bahwa investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham ENRG,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).
Syailendra menambahkan, ENRG tetap akan memusatkan perhatian pada peningkatan produksi dan optimalisasi nilai aset yang saat ini sudah dioperasikan. Di saat yang sama, perusahaan juga akan terus memburu peluang akuisisi dan investasi dengan pendekatan yang disiplin.
Dari sisi keuangan, Wakil Direktur Utama sekaligus CFO Energi Mega Persada Edoardus Ardianto menuturkan bahwa investasi di HighPeak diharapkan memunculkan sinergi, terutama lewat transfer pengetahuan teknis dan pengalaman operasional dari industri hulu migas Amerika Utara.
“Kami berharap dapat memperoleh sinergi dalam bentuk transfer pengetahuan teknis maupun nilai tambah antara portofolio EMP yang ada dengan aset-aset HighPeak, terutama melalui exposure terhadap praktik operasional,” kata Edoardus.
Ia menjelaskan, sinergi itu juga dapat tercipta dari pemanfaatan teknologi serta kapabilitas industri hulu di Amerika Utara. Menurut dia, pendanaan investasi tersebut dilakukan secara independen oleh ENRG sehingga tidak mengganggu ruang reinvestasi perusahaan ke depan.
“Investasi ENRG akan didanai oleh ENRG secara independen sehingga kami tetap dapat mengoptimalkan peluang reinvestasi ke depan sekaligus menjaga disiplin dalam alokasi modal,” ujarnya.
ENRG saat ini dikenal sebagai perusahaan hulu migas yang mengoperasikan 13 wilayah kerja di Sumatra, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Mozambik. Dari total portofolio itu, sembilan merupakan aset produksi, sedangkan empat lainnya masuk kategori aset lain.
Hingga Juni 2026, ENRG memiliki total basis cadangan dan sumber daya sebesar 427 juta barel setara minyak atau MMBOE. Rinciannya terdiri atas 223 MMBOE cadangan 2P dan 204 MMBOE sumber daya 2C.


