Jakarta – Sejumlah pemain Manchester City disebut mulai bergerak sebelum putusan Liga Primer keluar. Mereka dan para perwakilannya dilaporkan telah berkonsultasi dengan pengacara untuk mengantisipasi kemungkinan sanksi yang bisa berdampak langsung pada kontrak, bonus, hingga pemasukan pribadi.
Menurut laporan Bein Sports, Sabtu (3/10), langkah itu diambil karena para pemain khawatir hukuman terhadap klub dapat merembet ke klausul dalam kontrak mereka. Yang paling disorot adalah bonus berbasis prestasi, mulai dari gelar Liga Primer, tiket ke kompetisi Eropa, hingga bonus hasil pertandingan tertentu.
Di sisi lain, proses hukum terkait dugaan pelanggaran keuangan Manchester City masih berjalan. Klub berjuluk The Citizens itu tetap membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan masih membuka peluang untuk mengajukan banding jika putusan nantinya dianggap merugikan.
Sejumlah opsi hukuman disebut masih terbuka, mulai dari denda, pengurangan poin, degradasi, sampai kemungkinan pengusiran dari Liga Primer. Meski begitu, keputusan akhir belum dijatuhkan.
Situasi tersebut membuat pemain dan agen mereka mulai menghitung risiko lebih jauh. Mereka menilai bukan hanya soal penghasilan jangka pendek, tetapi juga masa depan karier apabila sanksi berat benar-benar dijatuhkan.
Erling Haaland termasuk nama yang ikut terseret dalam pembahasan ini. Jika Manchester City terdegradasi atau kehilangan peluang tampil di Liga Champions dalam waktu lama, prospek karier sejumlah pemain utama bisa ikut berubah.
Phil Foden dan Josko Gvardiol juga masuk dalam daftar pemain yang dikaitkan dengan skenario tersebut. Namun, belum ada keterangan yang memastikan keduanya berniat meninggalkan klub.
Untuk saat ini, para pemain masih menunggu perkembangan kasus sambil menempuh langkah antisipatif. Mereka ingin memahami hak masing-masing sekaligus menghitung potensi kerugian yang mungkin muncul dari proses hukum yang masih berlangsung.


