Berita

Erick Thohir Jadi Menpora, Pendidikan Mentereng hingga Gelar Honoris Causa

Jakarta – Erick Thohir resmi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam Kabinet Merah Putih, menggantikan Dito Ariotedjo. Penunjukan yang efektif mulai Rabu, 17 September 2025 ini menandai pergeseran signifikan bagi Erick, yang sebelumnya menduduki posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk periode hingga 2029.

Pergeseran posisi ini terjadi setelah Dito Ariotedjo dicopot dari jabatannya pada 8 September lalu. Meski kiprahnya di pemerintahan dikenal melalui Kementerian BUMN, Erick Thohir memiliki rekam jejak yang kuat dan kedekatan dengan dunia olahraga. Ia pernah memimpin klub sepak bola Italia, Inter Milan, dan saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970, Erick Thohir menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Selain itu, ia juga pernah dianugerahi gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Brawijaya (UB).

Perjalanan pendidikannya dimulai dari sekolah swasta Katolik, SD dan SMP Asisi di Tebet, Jakarta Selatan, hingga tahun 1985. Kemudian, ia melanjutkan studi di SMAN 3 Jakarta Selatan.

Ayah Erick, Mochamad Thohir, yang merupakan seorang pengusaha, sengaja menyekolahkan putranya di lingkungan yang beragam. Hal ini, menurut Erick, dimaksudkan agar dirinya sejak kecil dapat memahami keberagaman Indonesia. Setelah SMA, Erick melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika Serikat.

Ahli Gizi UNS Ungkap Cara Sehat Mengolah Daging Kurban

Di Negeri Paman Sam, ia meraih gelar Bachelor of Arts (S1) dari American College dengan jurusan Periklanan. Pendidikan magister (S2) diselesaikannya di National University, California, AS, pada tahun 1993, di mana ia memperoleh gelar Master of Business Administration setelah mengambil jurusan yang sama, Periklanan. Laman resmi BUMN juga mencatatnya memiliki gelar Associate of Arts bidang Komunikasi dari Glendale College.

Pada 3 Maret 2023, Erick Thohir menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) di bidang Manajemen Strategi dari Universitas Brawijaya.

Namun, penganugerahan gelar tersebut sempat menuai polemik dan penolakan dari sekitar 80 mahasiswa. Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Universitas Brawijaya menggelar demonstrasi di dekat gedung Samantha Krida kampus, Malang, Jawa Timur.

Koordinator Lapangan Aksi, Ginting, pada Jumat (3/3/2023) menyampaikan bahwa mahasiswa memprotes kurangnya transparansi dalam proses pemberian gelar tersebut. “Tidak ada transparansi kepada mahasiswa bagaimana Universitas Brawijaya memberikan gelar Doktor Honoris Causa, padahal dalam aturannya jelas bahwa seorang tokoh dalam bidang keilmuan, kemanusiaan dan lain halnya,” ujar Ginting.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya, Abdul Ghofar, menegaskan bahwa penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa telah melalui proses akademik yang ketat dan berjenjang selama satu setengah tahun.

Pemkab Pessel Dorong UMKM Wisata Kantongi Sertifikat Halal

Abdul Ghofar memuji Erick Thohir sebagai sosok dengan pemikiran *out of the box* yang mampu melintasi berbagai disiplin ilmu. “Pak Erick bagi kami adalah figur perubahan transformasi yang terus bergerak terus dalam berbagai keadaan meskipun sulit sekali pun,” imbuhnya.

Senada, Ketua Pelaksana Kegiatan Universitas Brawijaya, Hendi Subandi, menyatakan bahwa penganugerahan gelar tersebut telah sesuai regulasi dan disetujui oleh Senat Akademik FEB maupun universitas.

Hendi mengapresiasi kontribusi Erick di bidang manajemen strategi, khususnya dalam implementasi transformasi bisnis di BUMN. “Erick Thohir secara aktivitas akademik telah membuktikan dedikasinya dengan aktif berkontribusi dalam penyemaian ilmu pengetahuan melalui forum-forum akademik di dalam dan luar negeri,” terang Hendi.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

03

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

04

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

07

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru