IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

FA dan UEFA Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Logo FIFA dan bendera Inggris di samping lambang Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA)
FA dan UEFA secara resmi menentang rencana FIFA untuk menjual saham dalam kompetisi sepak bola dunia.

LONDON, Gonesia.com – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap rencana FIFA yang ingin menjual saham minoritas dalam kompetisi-kompetisi sepak bola utama dunia.

Langkah badan sepak bola dunia tersebut dinilai cacat prosedur karena dilakukan tanpa melibatkan federasi anggota dalam proses pembahasan proposal.

Ketegangan ini mencuat setelah FIFA mengumumkan pembentukan anak perusahaan komersial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

Entitas bisnis tersebut dirancang untuk mengelola berbagai kompetisi elite FIFA dengan membuka peluang bagi investor luar untuk menanamkan modal.

FA mengaku baru mengetahui rencana strategis ini melalui pengumuman publik tanpa adanya pemberitahuan formal sebelumnya.

Tukin TNI dan ASN Kemhan Resmi Naik, Cek Rincian Gaji Terbaru

Melansir JawaPos dalam kutipannya, pihak FA memberikan pernyataan resmi terkait minimnya informasi yang mereka terima.

“Kami sama sekali tidak mengetahui proposal ini dan tidak memiliki detail substantif apa pun, termasuk apa sebenarnya proposal itu, dan apa saja syarat-syarat yang menyertainya.”

Ia menambahkan bahwa proses tata kelola yang ditempuh FIFA saat ini menimbulkan banyak tanda tanya besar di kalangan federasi nasional.

“Berdasarkan informasi yang terbatas, kami sangat prihatin dengan kurangnya proses dan tata kelola untuk sampai pada titik ini, serta substansi dan prinsip yang tampaknya terlibat.”

Ujarnya, FA akan menantikan dokumen proposal lengkap yang dijanjikan FIFA sebelum memberikan penilaian lebih mendalam mengenai dampak kebijakan tersebut.

Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Listrik Padam hingga Layanan Publik Terganggu

Sikap kritis FA ini menambah panjang daftar oposisi terhadap rencana komersialisasi aset sepak bola tertinggi dunia tersebut.

Sebelumnya, UEFA telah lebih dulu menyatakan penolakan tegas terhadap wacana penjualan saham kompetisi FIFA.

Konfederasi sepak bola Eropa itu memandang Piala Dunia sebagai warisan olahraga yang tidak seharusnya dijadikan komoditas untuk dijual kepada investor.

Perlawanan juga datang dari ranah politik, di mana Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, memberikan kritik tajam melalui media sosial.

Ia menegaskan bahwa sepak bola memiliki nilai fundamental yang melampaui kepentingan finansial segelintir pihak.

Jadwal Sidang Perdana Kasus Ijazah Palsu dr Tifa di PN Jaktim

“Sepak bola bukan milik investor.”

Lanjutnya, Burnham menekankan bahwa Piala Dunia bukanlah produk yang bisa diperjualbelikan demi keuntungan komersial.

“Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Ini adalah kompetisi terbesar dalam olahraga dunia, dan tidak pernah menjadi milik siapa pun untuk dijual.”

Di sisi lain, FIFA bersikeras bahwa pembentukan FFE tidak akan mengganggu kendali otoritas mereka terhadap jalannya pertandingan.

Badan tersebut menyatakan bahwa investor hanya akan memegang status kepemilikan minoritas tanpa hak kendali atas perusahaan.

FIFA memastikan keputusan mengenai regulasi, kalender pertandingan, dan tata kelola olahraga tetap akan berada di tangan mereka sepenuhnya.

Meski demikian, jaminan tersebut belum mampu meredam kekhawatiran dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola global.

Kritik dari FA, UEFA, dan tokoh politik internasional menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap transparansi FIFA.

Perdebatan mengenai masa depan kompetisi sepak bola ini diprediksi akan terus berlanjut di tengah tuntutan tata kelola yang lebih inklusif.

Isu ini diperkirakan akan menjadi agenda utama dalam pertemuan-pertemuan federasi internasional dalam waktu dekat.

Dunia sepak bola kini menanti apakah FIFA akan tetap melanjutkan rencana tersebut atau meninjau kembali strategi komersialnya.

Komentar